MANADOPOST.ID - Kejahatan tidak hanya dilihat dari jumlah kasus yang terjadi, tetapi juga dari potensi risiko yang dihadapi penduduk. Data terbaru dari "Provinsi Gorontalo Dalam Angka 2025" mengungkap bahwa meski terjadi sedikit penurunan angka kriminalitas secara total, risiko penduduk terkena kejahatan per 100.000 jiwa tetap berada pada level yang perlu diwaspadai.
Pada tahun 2024, Provinsi Gorontalo mencatat rata-rata risiko kejahatan sebesar 230 per 100.000 penduduk. Angka ini memang menurun dari 240 pada 2023, namun masih lebih tinggi dibandingkan 222 pada 2022.
Kota Gorontalo: Paling Rawan, Tapi Mulai Terkendali
Polres Kota Gorontalo tetap menjadi wilayah dengan tingkat risiko kejahatan tertinggi selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2023, risiko ini bahkan mencapai 354 per 100.000 penduduk, yang merupakan angka tertinggi di provinsi. Meski pada 2024 turun menjadi 298, kota ini masih menempati peringkat teratas dalam hal kerawanan kriminalitas.
Pohuwato dan Boalemo: Persaingan Wilayah Rawan
Wilayah lain yang mencatat risiko tinggi adalah Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Boalemo. Pohuwato sempat menyentuh angka 290 pada 2023, sebelum turun ke 262 di tahun 2024. Boalemo justru menunjukkan tren sebaliknya: dari 160 pada 2022, meningkat menjadi 222 di 2024, kenaikan lebih dari 38% dalam dua tahun.
Tren ini mengindikasikan bahwa fokus perhatian terhadap keamanan tidak hanya perlu diarahkan ke kota besar, namun juga ke wilayah kabupaten yang sebelumnya tergolong moderat.
Bone Bolango dan Gorontalo: Perbaikan Bertahap
Polres Bone Bolango mencatat perbaikan signifikan, dari 238 pada 2022 menjadi 181 di 2024. Polres Gorontalo juga mengalami penurunan risiko yang konsisten: dari 147 pada 2022 ke 123 pada 2024. Hal ini mencerminkan kerja pengamanan yang membuahkan hasil dalam jangka menengah.
Gorontalo Utara: Wilayah Paling Stabil
Polres Gorontalo Utara layak disebut sebagai wilayah paling stabil. Risiko kejahatan di sini bergerak dalam rentang sempit: 171 (2022), 155 (2023), dan 159 (2024). Stabilitas ini patut diapresiasi sebagai cerminan pengelolaan keamanan yang relatif efektif.
Baca Juga: Apakah Penyakit Menular Masih Mengintai Gorontalo?
Walau terjadi penurunan risiko kejahatan dari tahun 2023 ke 2024, angka 230 per 100.000 penduduk tetap menjadi indikator yang mengkhawatirkan. Kota Gorontalo, Pohuwato, dan Boalemo perlu menjadi prioritas dalam program penguatan keamanan dan pengawasan sosial. Sementara wilayah seperti Gorontalo Utara dan Bone Bolango bisa dijadikan model praktik pengamanan yang lebih efektif.(pr)
Editor : Pratama Karamoy