Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jumlah Kerusakan Rumah Akibat Bencana Alam Gempa Bumi di Jawa Barat Tahun 2024

Alfianne Lumantow • Rabu, 28 Mei 2025 | 12:47 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID- Sepanjang tahun 2024, bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Provinsi Jawa Barat mengakibatkan kerusakan pada 941 rumah warga, sebagaimana tercatat dalam laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat. Mayoritas kerusakan tersebut diakibatkan oleh gempa bumi yang merusak rumah warga secara berat, sedang, maupun ringan.

Kabupaten Cianjur menjadi daerah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak, mencapai 894 unit rumah rusak berat. Jumlah ini jauh melebihi kabupaten lain, bahkan mendominasi total kerusakan rumah akibat bencana di seluruh Jawa Barat.

Cianjur tercatat sebagai daerah rawan gempa, dan tahun 2024 kembali mengalami gempa yang berdampak besar terhadap hunian warga.

Sementara itu, Kabupaten Garut menempati posisi kedua dengan 23 rumah rusak berat dan 989 rumah mengalami kerusakan ringan. 

Data juga menunjukkan beberapa daerah lain turut terdampak, meskipun skalanya lebih kecil. Kabupaten Bogor mencatat 15 rumah rusak berat dan 42 rusak ringan. Kabupaten Kuningan melaporkan 1 rumah rusak berat dan 34 rumah rusak ringan. Kota Cimahi dan Kota Tasikmalaya juga mengalami kerusakan ringan akibat getaran gempa yang meluas.
Di wilayah perkotaan, kerusakan relatif lebih sedikit.

Kota Bandung hanya melaporkan 1 rumah rusak berat, sementara Kota Bekasi, Depok, dan Bogor masing-masing mengalami 1 hingga 2 unit rumah rusak ringan. Meski tidak separah di wilayah pedesaan, tetap saja dampaknya dirasakan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan keluarga miskin.

Dari total keseluruhan, tercatat ada 934 rumah rusak berat, 2 rusak sedang, dan 5 rusak ringan, tanpa laporan rumah yang terendam. Fakta ini menunjukkan bahwa dominasi bencana di tahun 2024 lebih banyak berasal dari aktivitas seismik seperti gempa bumi, bukan banjir atau tanah longsor.

Editor : Clavel Lukas
#jawa barat #Bencana Alam