MANADOPOST.ID– Data terbaru dari Ditlantas Polda Metro Jaya yang tercantum dalam "Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2025" menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, terdapat total 8.538 pelaku utama kecelakaan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta.
Yang mengejutkan, mayoritas pelaku berasal dari kalangan berpendidikan SMA (SLTA), dengan jumlah mencapai 6.680 orang.
Laporan ini mengklasifikasikan pelaku berdasarkan tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Berikut rinciannya:
SD: 191 pelaku
SMP: 364 pelaku
SMA: 6.680 pelaku
Perguruan Tinggi: 1.303 pelaku
Dari sisi wilayah, Satuan Wilayah Jakarta Timur mencatat jumlah pelaku tertinggi, yaitu 3.065 orang, diikuti oleh Jakarta Barat sebanyak 1.880 orang, dan Jakarta Selatan sebanyak 1.145 orang.
Berikut adalah data lengkap jumlah pelaku utama kecelakaan menurut wilayah kerja polisi:
Subdit Bin Gakkum: 989 pelaku
Satlantas Wil. Jakarta Pusat: 788 pelaku
Satlantas Wil. Jakarta Selatan: 1.145 pelaku
Satlantas Wil. Jakarta Utara: 1.116 pelaku
Satlantas Wil. Jakarta Barat: 1.880 pelaku
Satlantas Wil. Jakarta Timur: 3.065 pelaku
Satlantas Wil. Kepulauan Seribu: Tidak ada data tercatat
Fakta ini mengundang perhatian serius para pemangku kepentingan di bidang keselamatan lalu lintas.
Dominasi pelaku berpendidikan SMA menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pendidikan lalu lintas di tingkat sekolah menengah atas.
Pakar transportasi menyarankan agar edukasi keselamatan berkendara ditingkatkan, terutama bagi kalangan muda yang mulai aktif menggunakan kendaraan pribadi.
Tanpa intervensi nyata, angka kecelakaan berisiko terus meningkat setiap tahunnya. (*)
Editor : Gregorius Mokalu