MANADOPOST.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis data terbaru terkait jumlah perusahaan pertambangan berdasarkan jenis bahan tambang selama periode 2022 hingga 2024. Hasilnya menunjukkan tren yang cukup dinamis, dengan puncak aktivitas pada tahun 2023 dan penurunan signifikan di tahun 2024.
Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 238 perusahaan tambang yang beroperasi di Banten. Jumlah ini meningkat cukup tajam menjadi 283 perusahaan di tahun 2023, sebelum akhirnya turun menjadi 220 perusahaan pada 2024.
Sejumlah komoditas tambang yang mendominasi aktivitas pertambangan di Banten antara lain:
-
Andesit, yang terus meningkat dari 72 perusahaan (2022), 76 (2023), hingga 77 (2024).
-
Pasir kuarsa, dari 33 (2022) menjadi 35 (2023), dan naik lagi menjadi 37 perusahaan di 2024.
-
Tanah urug, mengalami lonjakan signifikan dari 3 perusahaan (2022) ke 14 (2023), lalu melonjak lagi ke 29 perusahaan di tahun 2024.
-
Makadam, komoditas dominan pada 2023 dengan 79 perusahaan, meski datanya tidak tersedia di tahun 2024.
Sementara itu, beberapa jenis bahan tambang yang mengalami penurunan atau tidak lagi tercatat pada 2024 antara lain galena, tras, serta batu gamping.
Adapun bahan tambang seperti emas, batubara, dan mangan tidak tercatat adanya perusahaan yang mengelolanya selama tiga tahun terakhir di wilayah Banten.
Meski terjadi penurunan total perusahaan pada 2024, beberapa jenis komoditas justru menunjukkan tren positif, seperti bentonit yang naik dari 4 perusahaan (2022) menjadi 11 perusahaan di 2024, serta pasir laut yang juga meningkat dari 9 menjadi 14 perusahaan dalam periode yang sama.
Data ini memberikan gambaran penting mengenai dinamika sektor pertambangan di Provinsi Banten. Perubahan jumlah perusahaan setiap tahunnya menunjukkan adaptasi industri terhadap potensi sumber daya alam serta kebijakan dan kondisi pasar yang berlaku.