MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo mencatatkan tren penurunan jumlah penduduk miskin secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir meskipun garis kemiskinan terus meningkat. Berdasarkan data terbaru tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Gorontalo tercatat sebesar 170.030 jiwa pada bulan September. Angka ini menurun dibandingkan Maret 2024 yang masih berada di angka 177.990 jiwa. Penurunan ini sekaligus mencatatkan jumlah penduduk miskin terendah sepanjang periode 2017 hingga 2024.
Garis kemiskinan yang menjadi batas pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada Maret 2017, garis kemiskinan di wilayah perkotaan Gorontalo berada di angka Rp.298.492 per kapita per bulan. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada September 2024, angka ini melonjak menjadi Rp.495.325 per kapita per bulan. Sementara itu di wilayah pedesaan, angka garis kemiskinan naik dari Rp.295.057 menjadi Rp.480.307 per kapita per bulan.
Kenaikan garis kemiskinan ini mencerminkan adanya inflasi dan peningkatan standar kebutuhan hidup, namun penurunan jumlah penduduk miskin di saat bersamaan menjadi indikasi positif bahwa pertumbuhan ekonomi dan program pengentasan kemiskinan berjalan efektif. Jika melihat ke belakang, pada Maret 2017 jumlah penduduk miskin masih mencapai 205.370 jiwa. Sejak saat itu, terjadi penurunan hampir setiap tahun meski dengan beberapa fluktuasi kecil.
Baca Juga: Bukan Sekadar Simbol, Rumah Ibadah di Gorontalo Wujud Kebersamaan
Puncak kenaikan jumlah penduduk miskin dalam periode delapan tahun terakhir terjadi pada Maret 2021 ketika jumlahnya mencapai 186.290 jiwa. Namun sejak saat itu, tren kembali menurun secara stabil. Di sisi lain, jumlah penduduk miskin di perkotaan dan pedesaan menunjukkan proporsi yang relatif seimbang. Pada September 2024, jumlah penduduk miskin di perkotaan tercatat sebanyak 28.490 jiwa, sementara di pedesaan sebanyak 141.540 jiwa.
Penurunan ini juga menunjukkan efektivitas berbagai kebijakan perlindungan sosial yang dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Program-program seperti bantuan sosial, subsidi pangan, dan pemberdayaan ekonomi lokal diyakini menjadi faktor kunci dalam menekan angka kemiskinan di Gorontalo.
Meskipun tantangan masih ada, terutama dalam menghadapi gejolak ekonomi global dan inflasi kebutuhan pokok, penurunan angka kemiskinan secara bertahap menjadi bukti nyata dari capaian pembangunan manusia di Gorontalo. Ke depannya, upaya peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja akan menjadi pendorong utama dalam mengakselerasi pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy