Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Melihat Dinamika Produksi Padi Antarwilayah di Gorontalo

Pratama Karamoy • Kamis, 5 Juni 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Sektor pertanian tanaman pangan di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satu indikator utamanya terlihat dari luas panen padi yang tersebar di enam kabupaten dan kota pada tahun 2024. Dari data terbaru yang dihimpun melalui Survei Kerangka Sampel Area dan Survei Ubinan oleh Badan Pusat Statistik, Kabupaten Gorontalo tercatat sebagai daerah dengan kontribusi terbesar dalam panen padi.

Photo
Photo

Kabupaten Gorontalo mencatat luas panen tertinggi mencapai 20.930,52 hektare. Angka ini menempatkan wilayah tersebut sebagai lumbung utama produksi padi di provinsi. Capaian ini tidak lepas dari konsistensi program intensifikasi pertanian yang terus digalakkan oleh pemerintah daerah serta partisipasi aktif para petani dalam menjaga produktivitas lahan sawah. Keberhasilan Kabupaten Gorontalo menjadi pusat produksi padi juga mencerminkan optimalisasi sistem irigasi dan penggunaan teknologi pertanian modern yang mulai diadopsi di banyak desa.

Sementara itu Kabupaten Boalemo menyusul dengan luas panen sebesar 7.027,50 hektare. Posisi ini menunjukkan bahwa Boalemo tetap menjadi daerah penting dalam mendukung kebutuhan beras di Gorontalo. Di urutan ketiga ada Kabupaten Pohuwato dengan luas panen mencapai 7.000,27 hektare yang menandakan distribusi produksi padi cukup merata di bagian barat provinsi.

Kabupaten Bone Bolango mencatat luas panen padi sebesar 3.949,90 hektare. Meski tidak sebesar wilayah lain Bone Bolango tetap berperan dalam mempertahankan ketersediaan beras lokal. Diikuti oleh Kabupaten Gorontalo Utara dengan 1.509,05 hektare yang menunjukkan potensi pengembangan sektor pertanian ke depannya masih terbuka lebar khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah yang belum tergarap maksimal.

Kota Gorontalo sebagai pusat administratif dan kegiatan ekonomi urban mencatat luas panen sebesar 6.534,90 hektare. Angka ini tergolong tinggi untuk wilayah kota yang umumnya didominasi oleh aktivitas nonpertanian. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian urban di Kota Gorontalo tetap dijaga melalui optimalisasi lahan sempit dan dukungan terhadap kelompok tani perkotaan.

Baca Juga: Kesejahteraan Meningkat, Penduduk Miskin Gorontalo Terus Menyusut

Data ini menggambarkan bahwa produksi padi di Provinsi Gorontalo tidak hanya bergantung pada satu wilayah tertentu tetapi didistribusikan cukup merata meski dengan proporsi yang berbeda. Peran dari seluruh kabupaten dan kota menjadi penting dalam membentuk ekosistem pertanian yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim serta tantangan ekonomi global. Peningkatan produktivitas padi yang berkelanjutan akan sangat bergantung pada inovasi pertanian, efisiensi penggunaan air serta perlindungan terhadap lahan pertanian dari alih fungsi yang tidak terkontrol.

Dengan semangat kolaboratif antara petani, pemerintah daerah dan lembaga riset diharapkan produksi padi di Gorontalo terus meningkat sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal tetapi juga membuka peluang untuk menjadi daerah pemasok beras di tingkat regional.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Pertanian #Manado Post #Gorontalo