Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jawa Timur Miliki Lebih dari 6.000 Industri Besar dan Sedang, Serap 974 Ribu Tenaga Kerja

Tesalonika Pontororing • Kamis, 5 Juni 2025 | 19:26 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Dunia industri besar dan sedang di Jawa Timur terus menunjukkan peran vitalnya sebagai motor penggerak perekonomian regional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Industri Besar dan Sedang 2022, tercatat sebanyak 6.298 perusahaan industri besar dan sedang beroperasi di wilayah ini, yang secara kolektif telah menyerap 974.153 tenaga kerja.

Sektor industri makanan menduduki posisi puncak dalam hal kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan 1.610 perusahaan yang mempekerjakan 207.166 orang. Hal ini mencerminkan besarnya permintaan terhadap produk makanan dan peran penting industri ini dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja.

Posisi kedua diduduki oleh industri pengolahan tembakau, yang meskipun hanya terdiri dari 304 perusahaan, mampu menyerap 189.172 tenaga kerja. Tingginya intensitas tenaga kerja pada sektor ini menunjukkan bahwa industri rokok dan hasil olahan tembakau masih menjadi penopang besar ekonomi, terutama di daerah-daerah seperti Jember, Kediri, dan sekitarnya.

Industri minuman, dengan 166 perusahaan, tercatat menyerap 18.076 tenaga kerja, menunjukkan bahwa sektor ini juga memiliki peran penting dalam rantai pasok konsumsi domestik.

Adapun industri tekstil memiliki 227 perusahaan dengan 18.739 tenaga kerja, sementara industri pakaian jadi menyerap 24.207 tenaga kerja dari 347 perusahaan. Bersama-sama, kedua sektor ini menjadi indikator bahwa subsektor fesyen dan sandang masih bertahan sebagai andalan industri Jawa Timur.

Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki tercatat memiliki 214 perusahaan dan menyerap 64.681 tenaga kerja, menandakan kekuatan produksi alas kaki dan barang kulit dari provinsi ini, yang juga mendukung ekspor.

Di sisi lain, industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) mencatatkan 360 perusahaan dengan 65.678 tenaga kerja, memperlihatkan besarnya potensi bahan baku lokal dan kreativitas industri pengolahan berbasis kayu.

Sementara itu, industri barang galian bukan logam mencatat 216 perusahaan yang mempekerjakan 35.101 orang, disusul oleh industri percetakan dan reproduksi media rekaman dengan 139 perusahaan dan 10.747 tenaga kerja.

Industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional berkontribusi dengan 226 perusahaan dan 11.591 tenaga kerja, menunjukkan pentingnya subsektor ini dalam mendukung layanan kesehatan nasional.

Industri kimia dan barang dari bahan kimia sendiri tercatat memiliki 403 perusahaan dengan 41.132 tenaga kerja, menggarisbawahi peran strategis sektor ini dalam berbagai sektor manufaktur lain.

Beberapa sektor lain yang juga menunjukkan kontribusi signifikan di antaranya:

Kertas dan barang dari kertas: 229 perusahaan, 23.765 tenaga kerja

Barang dari karet dan plastik: 473 perusahaan, 71.596 tenaga kerja

Barang dari logam bukan mesin dan peralatannya: 403 perusahaan, 42.019 tenaga kerja

Barang logam lainnya: 119 perusahaan, 19.720 tenaga kerja

Komputer, barang elektronik dan optik: 38 perusahaan, 6.423 tenaga kerja

Peralatan listrik: 30 perusahaan, 6.644 tenaga kerja

Mesin dan peralatan lainnya: 89 perusahaan, 9.794 tenaga kerja

Kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer: 119 perusahaan, 23.642 tenaga kerja

Alat angkutan lainnya: 25 perusahaan, 6.637 tenaga kerja

Furnitur: 56 perusahaan, 6.380 tenaga kerja

Pengolahan lainnya: 276 perusahaan, 2.807 tenaga kerja

Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan: 70 perusahaan, 2.044 tenaga kerja

Total keseluruhan industri besar dan sedang di Jawa Timur mencapai 6.298 perusahaan, dengan tenaga kerja yang terserap sebanyak 974.153 orang. Ini merupakan gambaran nyata betapa industri berskala menengah dan besar memiliki daya dorong tinggi dalam perekonomian provinsi ini.

Editor : Clavel Lukas
#Jatim #industri