MANADOPOST.ID - Sektor industri mikro dan kecil (IMK) di Provinsi Jawa Timur menunjukkan peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Industri Mikro dan Kecil Tahun 2023, terdapat total 971.471 unit usaha yang tersebar di seluruh wilayah provinsi ini. Industri tersebut menyerap 2.498.925 tenaga kerja, membuktikan bahwa industri skala kecil masih menjadi tulang punggung lapangan kerja nonformal di Jawa Timur.
Dari seluruh klasifikasi industri, industri makanan menempati posisi teratas dengan 256.215 perusahaan dan 552.744 tenaga kerja. Ini menunjukkan bahwa sektor pangan tetap menjadi andalan utama, terutama bagi pelaku usaha mikro yang beroperasi dari rumah atau skala komunitas.
Posisi kedua ditempati oleh industri pakaian jadi (bukan dari kulit dan bukan kulit imitasi), yang mencakup 141.299 perusahaan dan menyerap 313.165 tenaga kerja. Data ini mencerminkan tingginya permintaan dan aktivitas produksi pakaian, terutama di sentra-sentra konveksi di Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.
Industri pengolahan hasil pertanian dan kehutanan lainnya seperti kayu, rotan, dan bambu juga memperlihatkan kontribusi besar dengan 207.280 unit usaha yang mempekerjakan 372.862 tenaga kerja. Komoditas berbasis sumber daya lokal ini menjadi andalan daerah pedesaan di Jawa Timur.
Sektor tembakau berada di posisi keempat dengan 17.589 perusahaan dan 82.066 tenaga kerja, disusul industri tekstil sebanyak 51.471 perusahaan dengan 99.035 tenaga kerja. Sementara itu, industri alas kaki, barang dari kulit asli atau kulit imitasi, dan barang sejenis lainnya memiliki 13.427 perusahaan dan 33.165 tenaga kerja.
Sektor minuman pun tidak tertinggal, dengan 7.270 perusahaan dan 15.016 tenaga kerja, sedangkan industri hasil pertanian yang telah diproses (kecuali makanan dan minuman) melibatkan 6.107 perusahaan dan 17.322 tenaga kerja.
Beberapa sektor industri mikro dan kecil yang juga tercatat dalam data antara lain:
Barang dari karet dan plastik: 1.573 perusahaan, 1.573 tenaga kerja
Produk kimia dan farmasi: 1.522 perusahaan, 3.078 tenaga kerja
Kerajinan tradisional dan perhiasan: 13.837 perusahaan, 36.090 tenaga kerja
Barang dari logam dan peralatan rumah tangga logam: 18.789 perusahaan, 70.803 tenaga kerja
Barang logam lainnya (bukan mesin dan peralatannya): 44.897 perusahaan, 112.091 tenaga kerja
Mesin dan perlengkapannya: 457 perusahaan, 457 tenaga kerja
Komputer, barang elektronik dan optik: 2.039 perusahaan, 2.839 tenaga kerja
Kendaraan bermotor dan suku cadangnya: 15.016 perusahaan, 69.167 tenaga kerja
Peralatan listrik: 657 perusahaan, 1.498 tenaga kerja
Peralatan optik dan jam: 197 perusahaan, 507 tenaga kerja
Peralatan rumah tangga lainnya: 1.188 perusahaan, 1.882 tenaga kerja
Furniture: 25.315 perusahaan, 75.539 tenaga kerja
Peralatan transportasi lainnya: 2.311 perusahaan, 2.082 tenaga kerja
Mainan dan permainan: 33.116 perusahaan, 68.187 tenaga kerja
Reproduksi media rekaman dan media lainnya: 3.503 perusahaan, 6.523 tenaga kerja
Secara keseluruhan, industri mikro dan kecil di Jawa Timur didominasi oleh sektor padat karya, terutama makanan, pakaian, dan produk kayu. Fakta ini memperkuat pentingnya kebijakan pemberdayaan UKM, pembinaan mutu produk, dan fasilitasi pemasaran oleh pemerintah daerah maupun pusat agar UMKM bisa naik kelas dan lebih kompetitif di pasar regional maupun global.
Dengan lebih dari 2,4 juta tenaga kerja yang bergantung pada sektor ini, masa depan ekonomi inklusif Jawa Timur akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan dan modernisasi industri mikro dan kecil.
Editor : Clavel Lukas