Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Saat Kacang Panjang Berjaya dan Buncis Tenggelam di Gorontalo

Pratama Karamoy • Rabu, 11 Juni 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Produksi tanaman hortikultura jenis sayur di Provinsi Gorontalo menunjukkan fenomena kontras sepanjang tahun 2024. Data dari Badan Pusat Statistik yang dirilis dalam publikasi Provinsi Gorontalo Dalam Angka 2025 mencatat bahwa produksi kacang panjang mengalami lonjakan luar biasa. Sebaliknya produksi buncis justru nihil total.

Photo
Photo

Pada tahun 2023 total produksi kacang panjang di seluruh provinsi mencapai 3.250 kuintal. Angka ini naik dua kali lipat pada 2024 menjadi 6.811,50 kuintal. Kenaikan mencolok ini sangat dipengaruhi oleh Kabupaten Pohuwato yang menghasilkan 6.378 kuintal atau sekitar 94 persen dari total produksi tahun 2024. Tahun sebelumnya Pohuwato juga menjadi penyumbang terbesar dengan 2.378 kuintal.

Selain Pohuwato, produksi kacang panjang juga tercatat di Kabupaten Boalemo dengan 208 kuintal serta Bone Bolango sebesar 185 kuintal. Kabupaten Gorontalo Utara mengalami penurunan dari 271 kuintal pada 2023 menjadi hanya 40,50 kuintal di 2024. Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo tidak mencatatkan produksi pada dua tahun terakhir.

Peningkatan produksi kacang panjang menunjukkan potensi besar komoditas ini di daerah terutama di Pohuwato. Namun di sisi lain terdapat tantangan serius dalam pengembangan komoditas lain seperti buncis.

Pada tahun 2023 Provinsi Gorontalo menghasilkan buncis sebanyak 84 kuintal. Kabupaten Boalemo menyumbang 70 kuintal dan Bone Bolango 14 kuintal. Sayangnya pada 2024 tidak ada satupun kabupaten atau kota di provinsi ini yang mencatatkan produksi buncis. Terhentinya produksi ini patut menjadi perhatian mengingat buncis merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Kacang Panjang Jadi Primadona Baru di Tengah Lesunya Produksi Buncis

Data ini mengungkap arah yang kontras dalam sektor pertanian sayuran. Pohuwato tampil sebagai daerah unggulan dalam budidaya kacang panjang. Dorongan infrastruktur pertanian dan strategi pengembangan komoditas tampaknya menjadi kunci sukses lonjakan produksi ini.

Sebaliknya terhentinya produksi buncis bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan minat tanam dari petani gangguan iklim keterbatasan pasar atau hasil panen yang kurang menguntungkan. Ketidakhadiran produksi buncis pada 2024 menjadi sinyal penting bagi pemangku kebijakan untuk menelusuri akar persoalan dan menyusun strategi pemulihan.

Kedepannya perlu ada keseimbangan dalam pengembangan jenis tanaman hortikultura agar keberagaman komoditas tetap terjaga dan risiko ketergantungan terhadap satu komoditas bisa dihindari.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#sayuran #perkebunan #Manado Post #Gorontalo