Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gorontalo Genjot Produksi Buah Lokal, Sayuran Masih Perlu Perhatian

Pratama Karamoy • Senin, 16 Juni 2025 | 07:35 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik melalui laporan Statistik Pertanian Hortikultura SPH-BST menunjukkan geliat produksi buah-buahan tahunan di Provinsi Gorontalo yang semakin menjanjikan. Sepanjang 2021 hingga 2024, tren produksi menunjukkan peningkatan pada sejumlah komoditas strategis, menjadikan sektor hortikultura salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Photo
Photo

Mangga masih menjadi bintang utama dalam peta produksi buah di Gorontalo. Pada tahun 2021, produksi mangga mencapai 19.003 kuintal dan melonjak drastis menjadi 37.457 kuintal pada 2022. Meskipun sempat menurun menjadi 20.799 kuintal di tahun berikutnya, angka tersebut kembali meningkat tajam menjadi 29.508 kuintal pada 2024. Konsistensi ini menjadikan mangga sebagai komoditas unggulan yang paling stabil.

Jeruk siam atau jeruk keprok menyusul sebagai komoditas yang tak kalah mencolok. Dengan produksi mencapai 233.054 kuintal pada tahun 2021, angka ini terus menanjak hingga menyentuh 247.464 kuintal pada 2024. Pertumbuhan yang berkelanjutan ini menunjukkan betapa kuatnya peran jeruk siam dalam menopang industri buah lokal.

Duku atau langsat juga mencatatkan angka yang cukup kompetitif. Pada 2021 produksinya berada di angka 542 kuintal, namun meningkat pesat menjadi 932 kuintal pada 2022 dan kembali melonjak pada 2024 menjadi 4.837 kuintal. Fenomena ini menunjukkan meningkatnya perhatian petani terhadap budidaya tanaman yang semula kurang dominan.

Tren positif juga terlihat pada komoditas alpukat yang mengalami lonjakan signifikan dari 241 kuintal pada tahun 2021 menjadi 1.088 kuintal pada 2024. Kenaikan ini menandakan adanya peningkatan teknologi budidaya dan mungkin juga naiknya permintaan pasar baik lokal maupun luar daerah.

Baca Juga: Terung Menggeliat di Gorontalo, Produksi Wortel Masih Sepi

Sementara itu, buah naga tetap mencatatkan angka yang konsisten dari tahun ke tahun, walaupun dengan fluktuasi ringan. Dari 318 kuintal pada 2021, naik menjadi 346 kuintal di 2022 lalu menurun sedikit menjadi 300 kuintal pada 2023 dan stabil di angka 127 kuintal pada 2024. Meskipun ada penurunan, buah ini tetap diproduksi secara berkelanjutan.

Buah-buahan tropis lainnya seperti durian, jambu biji, dan nanas menunjukkan produksi yang variatif. Durian mencatatkan angka 43.807 kuintal pada 2021 dan tetap stabil hingga 2024 di angka 54.397 kuintal. Sementara nanas tumbuh konsisten dari 921 kuintal menjadi 3.543 kuintal dalam empat tahun terakhir.

Namun tidak semua komoditas mencatatkan pertumbuhan. Pepaya sempat mengalami penurunan dari 12.085 kuintal pada 2021 menjadi 5.792 kuintal pada 2022. Meski begitu, produksi pepaya kembali menguat di 2024 dengan capaian 8.964 kuintal.

Satu hal menarik adalah kemunculan produksi jeruk lemon dan manggis yang sebelumnya tidak tercatat pada 2021 hingga 2023 namun tiba-tiba muncul di tahun 2024 dengan volume cukup signifikan. Jeruk lemon tercatat sebesar 8 kuintal dan manggis bahkan mencapai 230 kuintal. Ini bisa menandakan adanya percobaan budidaya baru yang mulai berhasil.

Untuk sayuran, data menunjukkan bahwa produksi masih sangat terbatas. Petai menjadi satu-satunya jenis tanaman yang dicatat dengan angka stabil dari tahun ke tahun. Mulai dari 17 kuintal pada 2021 hingga 40 kuintal pada 2024. Tidak tercatat adanya produksi sayuran lain atau melinjo, yang bisa mengindikasikan kurangnya perhatian terhadap jenis tanaman ini di sektor pertanian Gorontalo.

Komoditas seperti pisang dan rambutan juga konsisten diproduksi setiap tahun. Pisang tercatat dengan produksi tertinggi mencapai 69.380 kuintal pada 2021 meskipun sempat menurun di tahun-tahun berikutnya. Rambutan juga terus tumbuh dan pada 2024 mencapai 14.888 kuintal.

Gambaran dari data ini menunjukkan bahwa Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar dalam produksi buah tropis yang beragam. Kinerja positif ini bisa menjadi modal penting untuk pengembangan agroindustri dan peningkatan nilai tambah sektor pertanian di masa mendatang.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Buah #perkebunan #Manado Post #Gorontalo #Sayur