Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jaring Apung dan Tancap Jadi Tulang Punggung Budidaya Ikan Gorontalo

Pratama Karamoy • Jumat, 20 Juni 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Provinsi Gorontalo terus menunjukkan geliat positif di sektor perikanan budidaya. Sepanjang tahun 2023, total volume produksi budidaya ikan dari berbagai metode mencapai 5.891 ton dengan nilai ekonomi yang mengesankan yaitu sebesar 202,5 miliar rupiah. Ragam metode budidaya yang digunakan oleh masyarakat tersebar di enam kabupaten dan kota, meliputi jaring apung laut, jaring apung tawar, dan jaring tancap tawar.

Photo
Photo

Dari metode jaring apung laut, produksi total mencapai 73 ton. Kabupaten Gorontalo Utara menjadi penyumbang tertinggi dengan volume 39 ton yang bernilai 2,39 miliar rupiah. Diikuti Kabupaten Pohuwato yang menghasilkan 30 ton dengan nilai 1,8 miliar rupiah. Kabupaten Boalemo turut berkontribusi sebesar 3 ton senilai 161 juta rupiah. Tiga wilayah lainnya tercatat tidak memiliki produksi dari metode ini.

Untuk metode jaring apung tawar, total produksi sebesar 2.431 ton yang mencerminkan nilai ekonomi sebesar 79,1 miliar rupiah. Kota Gorontalo mendominasi dengan produksi sebanyak 1.375 ton yang menghasilkan nilai tertinggi yaitu 46,6 miliar rupiah. Kabupaten Gorontalo menyusul dengan 1.016 ton senilai 31,4 miliar rupiah. Kabupaten Gorontalo Utara turut berperan melalui produksi 38 ton dengan nilai 1,04 miliar rupiah. Kabupaten Bone Bolango tercatat dengan produksi dua ton senilai 48 juta rupiah, sedangkan dua kabupaten lainnya tidak melaporkan produksi dari metode ini.

Baca Juga: Peternakan Unggas di Gorontalo Meningkat, Unggas Apa yang Cuan?

Adapun jaring tancap tawar menjadi metode budidaya dengan nilai produksi terbesar. Secara keseluruhan metode ini mencatatkan volume produksi 3.387 ton dengan nilai sebesar 118,9 miliar rupiah. Kabupaten Gorontalo berada di posisi puncak dengan kontribusi sebesar 2.077 ton senilai 74,7 miliar rupiah. Kota Gorontalo menyusul dengan 1.270 ton dan nilai 43,1 miliar rupiah. Kabupaten Bone Bolango turut andil melalui produksi 23 ton senilai 692 juta rupiah, sedangkan Kabupaten Boalemo menyumbang 17 ton dengan nilai 416 juta rupiah. Sementara Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Gorontalo Utara tidak tercatat memiliki produksi dari metode ini.

Metode karamba atau budidaya ikan dalam keramba tidak mencatatkan produksi selama tahun 2023 di seluruh wilayah Gorontalo.

Data ini menggambarkan kontribusi signifikan sektor perikanan budidaya terhadap perekonomian daerah. Pemerintah daerah melalui instansi teknis diharapkan terus mendorong peningkatan kapasitas nelayan budidaya baik melalui pelatihan, akses modal, maupun bantuan sarana produksi agar potensi sektor ini dapat terus ditingkatkan. Dengan potensi alam yang besar dan semangat masyarakat yang tinggi, perikanan budidaya di Gorontalo masih memiliki ruang besar untuk berkembang.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#jaring apung #Karamba #mpedia #Manado Post #Perikanan #Gorontalo