MANADOPOST.ID - Produksi perikanan budidaya tumbuh stabil di Provinsi Gorontalo. Dari tiga komoditas utama yang menjadi andalan yakni patin, lele, dan nila, ikan nila tampil dominan dari segi volume dan nilai produksi. Total produksi nila di Gorontalo mencapai 7.990 ton, menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp. 275 miliar.
Kabupaten Gorontalo mencatat produksi nila tertinggi yakni 3.995 ton, dengan nilai mencapai 143,8 miliar Rupiah. Posisi ini menjadikan Kabupaten Gorontalo sebagai pusat produksi nila terbesar di provinsi tersebut. Sementara Kota Gorontalo juga menunjukkan kontribusi yang signifikan dengan volume 2.652 ton dan nilai produksi 90 miliar rupiah. Di urutan ketiga, Kabupaten Boalemo menyumbang 814 ton dengan nilai sekitar 26,7 miliar rupiah. Sisanya berasal dari Bone Bolango, Gorontalo Utara, dan Pohuwato meski volumenya jauh lebih kecil.
Sementara itu, lele menjadi komoditas budidaya kedua paling banyak diproduksi di Gorontalo dengan total volume 2.773 ton. Nilai ekonominya mencapai 64,3 miliar rupiah. Kabupaten Gorontalo kembali memimpin dengan produksi lele tertinggi yaitu 1.823 ton senilai 45,5 miliar rupiah. Kabupaten Boalemo menyusul dengan 802 ton lele, sedangkan Bone Bolango dan Gorontalo Utara masing-masing menyumbang 124 ton dan 14 ton. Kota Gorontalo dan Pohuwato berkontribusi dalam jumlah kecil.
Baca Juga: Perikanan Budidaya Gorontalo Tunjukkan Potensi Besar
Komoditas patin masih menjadi budidaya minor di Gorontalo. Hanya Kabupaten Gorontalo Utara yang mencatatkan produksi sebesar 12 ton dengan nilai 235 juta rupiah. Jumlah ini mencerminkan bahwa budidaya patin belum berkembang secara signifikan dibandingkan lele dan nila.
Secara keseluruhan, nilai total produksi dari ketiga komoditas utama di sektor budidaya mencapai 275,2 miliar rupiah. Produksi ini tidak hanya menyokong ekonomi lokal tetapi juga berpotensi menjadi pendorong ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja di Gorontalo.(pr)
Editor : Pratama Karamoy