Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mayoritas Islam, Potret Keberagaman Agama di Jawa Tengah Tahun 2024

Fandy Gerungan • Selasa, 24 Juni 2025 | 13:56 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID--Provinsi Jawa Tengah kembali menegaskan dirinya sebagai salah satu wilayah dengan populasi terbesar di Indonesia yang sarat dengan keberagaman.

Berdasarkan data BPS tahun 2024, penduduk Jawa Tengah didominasi oleh pemeluk agama Islam, yang jumlahnya mencapai lebih dari 37 juta jiwa.

Namun, di balik dominasi angka tersebut, tersebar pula komunitas-komunitas keagamaan lain yang turut membentuk wajah pluralisme di provinsi ini.

Islam masih menjadi agama yang paling banyak dianut hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Beberapa daerah seperti Brebes, Cilacap, dan Banyumas mencatatkan angka pemeluk Islam di atas 1,8 juta jiwa.

Ini mencerminkan dominasi kultural dan historis Islam yang kuat di wilayah-wilayah tersebut. Di daerah pedesaan maupun perkotaan, nilai-nilai Islam menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Meski secara keseluruhan tergolong minoritas, pemeluk agama Protestan dan Katolik memiliki konsentrasi yang cukup signifikan di kota-kota besar. Kota Semarang, sebagai ibu kota provinsi, menjadi pusat pemeluk Katolik terbanyak, dengan jumlah lebih dari 79 ribu jiwa.

Sedangkan Kota Salatiga menonjol sebagai wilayah dengan proporsi Protestan tertinggi dibanding total penduduknya. Lingkungan pendidikan, sejarah kolonial, serta keberadaan institusi keagamaan turut berkontribusi dalam pertumbuhan komunitas Kristen di kota-kota ini.

Meskipun jumlah pemeluknya lebih kecil dibanding agama-agama besar lainnya, agama Hindu dan Buddha tetap memiliki basis yang nyata. Hindu banyak ditemui di kota seperti Surakarta dan Semarang.

Sedangkan Buddha tumbuh di daerah seperti Kudus, Semarang, dan Jepara. Komunitas ini umumnya terhubung dengan etnis dan tradisi tertentu yang telah mengakar selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Pemeluk agama Khonghucu, meski jumlahnya hanya sekitar 3.722 jiwa di seluruh Jawa Tengah, tetap menunjukkan eksistensinya, terutama di Kota Semarang, Kota Magelang, dan Purbalingga.

Keberadaan agama ini sangat terkait dengan komunitas Tionghoa yang mempertahankan nilai-nilai leluhur mereka dalam kehidupan beragama dan sosial.

Keberagaman agama di Jawa Tengah pada tahun 2024 bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi bukti bahwa provinsi ini merupakan cerminan dari semangat toleransi dan kebhinekaan.

Islam tetap menjadi poros utama kehidupan sosial masyarakat, namun agama-agama lain juga diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang. Kota-kota besar menjadi titik pertemuan berbagai latar belakang keyakinan, membentuk harmoni sosial yang khas dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia. (*)

Editor : Clavel Lukas
#Jateng #keberagaman