Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Total Kejadian Bencana Alam di Jawa Tengah Capai 92 Kasus, Banjir Tertinggi

Fandy Gerungan • Selasa, 24 Juni 2025 | 14:03 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID--Tahun 2024 mencatat bahwa Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi tantangan besar dalam mitigasi bencana alam. Dari berbagai jenis bencana yang tercatat, banjir dan tanah longsor mendominasi sebagai bencana paling sering terjadi di berbagai kabupaten/kota.

Berdasarkan data BPS, total kejadian bencana alam di Jawa Tengah mencapai 92 kejadian, dengan rincian 71 banjir, 19 tanah longsor, 2 gempa bumi, dan 1 letusan gunung api. Sementara itu, tidak ada laporan kejadian tsunami maupun gempa disertai tsunami sepanjang tahun ini.

Banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi, dengan total 71 kejadian tersebar di berbagai wilayah. Kabupaten Grobogan tercatat sebagai wilayah paling terdampak, dengan 7 kali kejadian banjir sepanjang tahun. Disusul oleh Kabupaten Batang (6 kejadian), serta Cilacap dan Karanganyar (masing-masing 6 kejadian).

Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di dataran rendah atau di sekitar aliran sungai besar, sehingga rentan terendam ketika curah hujan tinggi. Kondisi drainase yang belum memadai dan alih fungsi lahan juga turut memperburuk situasi.

Bencana tanah longsor tercatat sebanyak 19 kejadian, terutama terjadi di wilayah dengan topografi curam dan tanah labil. Banjarnegara, Kebumen, dan Wonosobo masing-masing mengalami 2 kali kejadian, sementara wilayah lain seperti Magelang, Karanganyar, dan Temanggung mengalami satu kejadian.

Tanah longsor kerap terjadi di musim penghujan, terutama di daerah yang memiliki aktivitas pertanian lereng tanpa penahan tanah yang memadai. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dan rekayasa teknis menjadi faktor penting untuk pencegahan.

Tahun ini hanya satu kejadian letusan gunung api yang tercatat, yakni di Kabupaten Magelang, yang berada di sekitar Gunung Merapi. Sementara dua kejadian gempa bumi dilaporkan di Kota Semarang dan Kabupaten Batang, meskipun tidak menimbulkan tsunami.

Meskipun jumlahnya kecil, bencana geologi ini tetap berisiko tinggi karena bisa menimbulkan dampak luas bila tidak diantisipasi secara serius.

Jawa Tengah masih berada dalam bayang-bayang bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor. Data tahun 2024 menunjukkan bahwa upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim serta pembangunan berwawasan lingkungan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. (*)

Editor : Clavel Lukas
#Jateng #Bencana Alam