MANADOPOST.ID - Perjalanan inflasi di Provinsi Gorontalo sepanjang tahun 2024 menunjukkan dinamika yang sangat signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, laju inflasi dari Januari hingga Desember memperlihatkan naik turunnya tekanan harga yang dirasakan masyarakat.
Tahun dimulai dengan laju deflasi sebesar 0,91 persen pada Januari. Tekanan harga terus melemah pada Februari hingga mencatat deflasi terdalam sepanjang tahun yakni minus 1,15 persen. Hal ini menandakan adanya penurunan harga secara umum, yang bisa terjadi karena turunnya permintaan barang atau melimpahnya pasokan kebutuhan pokok di pasar.
Namun pada Maret, tren mulai berbalik. Inflasi melonjak menjadi 0,81 persen, disusul dengan 0,57 persen pada April dan 0,30 persen pada Mei. Kenaikan berturut-turut ini mengindikasikan adanya pergerakan harga barang dan jasa konsumsi yang cukup aktif menjelang pertengahan tahun.
Meski demikian, memasuki Juni dan Juli, tekanan inflasi kembali melandai bahkan turun. Kedua bulan ini sama-sama mencatat deflasi sebesar 0,14 persen dan 0,95 persen. Tren deflasi berlanjut di Agustus dengan nilai yang tetap di angka minus 0,14 persen. Pergerakan ini menunjukkan bahwa harga kembali mengalami penurunan, kemungkinan disebabkan oleh stabilnya distribusi barang atau turunnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: Grafik Kendaraan Bermotor di Gorontalo Terus Mendaki dalam Tiga Tahun Terakhir
Pada bulan September, inflasi kembali muncul sebesar 0,39 persen. Namun kondisi ini belum stabil karena pada Oktober, inflasi kembali menurun dan menyentuh angka deflasi sebesar 0,57 persen.
Menjelang akhir tahun, harga-harga kembali mengalami kenaikan. November mencatat inflasi sebesar 0,46 persen dan ditutup pada Desember dengan inflasi 0,57 persen. Ini menunjukkan adanya penguatan tekanan harga menjelang musim libur akhir tahun yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.
Sepanjang tahun 2024, pergerakan inflasi di Gorontalo sangat dinamis dengan kombinasi periode inflasi dan deflasi yang silih berganti. Hal ini mencerminkan kondisi ekonomi yang penuh tantangan, baik dari sisi produksi, distribusi, hingga konsumsi masyarakat.(pr)
Editor : Pratama Karamoy