Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Konsumsi Non Makanan Dominasi Pengeluaran Penduduk Gorontalo

Pratama Karamoy • Sabtu, 5 Juli 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp1.262.268 per bulan. Angka ini mencerminkan kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik yang bersifat konsumtif maupun produktif. Data ini diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2024.

Photo
Photo

Menariknya, dari total pengeluaran bulanan tersebut, proporsi terbesar justru digunakan untuk kebutuhan non makanan. BPS mencatat bahwa sebanyak 50,82 persen dari total pengeluaran penduduk dialokasikan untuk komoditas non makanan. Sementara itu, hanya 49,18 persen yang digunakan untuk membeli kebutuhan makanan.

Fenomena ini memberikan gambaran bahwa masyarakat Gorontalo kini lebih banyak mengalokasikan dananya untuk keperluan seperti perumahan, pendidikan, transportasi, komunikasi, kesehatan, pakaian, hingga rekreasi dan kebutuhan lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan makanan. Perubahan pola konsumsi ini bisa menjadi indikator meningkatnya taraf hidup dan kebutuhan sekunder masyarakat yang kian berkembang.

Di sisi lain, persentase pengeluaran untuk makanan yang masih berada di kisaran hampir setengah dari total pengeluaran memperlihatkan bahwa kebutuhan dasar tetap menjadi bagian penting dari anggaran rumah tangga. Konsumsi makanan mencerminkan kondisi ketahanan pangan serta daya beli masyarakat di sektor kebutuhan pokok.

Baca Juga: Indeks Harga Konsumen Gorontalo Meningkat, Ini Pemicunya

Kondisi ini patut dicermati oleh para pengambil kebijakan di daerah, terutama dalam merancang program-program pembangunan yang lebih berpihak pada kebutuhan riil masyarakat. Keseimbangan antara pengeluaran makanan dan non makanan bisa menjadi petunjuk arah pembangunan sosial ekonomi Gorontalo, khususnya dalam bidang perlindungan sosial, peningkatan layanan publik, serta penyediaan fasilitas umum yang lebih berkualitas.

Perubahan pola pengeluaran ini juga membuka peluang baru bagi dunia usaha, terutama sektor-sektor yang mendukung kebutuhan non makanan. Penyedia jasa transportasi, teknologi komunikasi, layanan pendidikan dan kesehatan hingga industri kreatif, semuanya memiliki potensi berkembang seiring pergeseran prioritas belanja masyarakat.

Dengan kondisi ini, Gorontalo menunjukkan dinamika ekonomi yang semakin kompleks. Masyarakat tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan dasar, tetapi juga semakin terbuka terhadap pemenuhan kebutuhan hidup yang lebih luas dan beragam. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #Manado Post #Gorontalo