Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kinerja Ekspor Gorontalo Meningkat, Apa Yang Jadi Primadona?

Pratama Karamoy • Selasa, 8 Juli 2025 | 09:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kinerja ekspor Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Berdasarkan data resmi, volume total ekspor mencapai 272.875 ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 213.175 ton. Peningkatan ini juga tercermin dari nilai ekspor yang melonjak dari 55,1 juta dolar AS pada 2023 menjadi 60 juta dolar AS di tahun 2024.

Photo
Photo

Salah satu penyumbang terbesar dalam lonjakan ekspor Gorontalo adalah komoditas kayu dan produk berbahan dasar kayu. Volume ekspor komoditas ini meningkat tajam dari 105.753 ton pada tahun 2023 menjadi 197.263 ton pada tahun 2024. Tak hanya dari sisi volume, nilai ekspornya pun melonjak lebih dari dua kali lipat dari 14,5 juta dolar AS menjadi hampir 27 juta dolar AS. Angka ini menjadikan kayu sebagai komoditas ekspor paling dominan di Gorontalo saat ini.

Sektor perikanan, khususnya ikan dan udang atau kepiting, juga menunjukkan pertumbuhan drastis. Jika pada 2023 volume ekspornya hanya mencapai 10,38 ton dengan nilai 78.245 dolar AS, maka pada tahun 2024 melonjak menjadi 114,94 ton dengan nilai mencapai 457.166 dolar AS. Hal ini mengindikasikan mulai meningkatnya daya saing produk perikanan Gorontalo di pasar internasional.

Komoditas buah dan biji atau kacang turut memberikan kontribusi signifikan. Meski volume ekspor menurun dari 10.601 ton menjadi 8.966 ton, nilai ekspornya justru meningkat dari 14,5 juta dolar AS menjadi 17 juta dolar AS. Kenaikan ini kemungkinan dipicu oleh peningkatan harga jual di pasar luar negeri atau perubahan jenis produk yang diekspor.

Baca Juga: Ekspor Produksi Gorontalo Terbanyak Mengalir ke Negara Mana?

Sementara itu, komoditas jagung mengalami penurunan baik dari sisi volume maupun nilai. Volume ekspor menurun dari 56.400 ton menjadi 32.900 ton dan nilainya turun dari 17,8 juta dolar AS menjadi 9,1 juta dolar AS. Hal serupa terjadi pada berbagai makanan olahan yang volume ekspornya turun dari 1.001 ton menjadi 785 ton dan nilainya menurun dari 970 ribu dolar AS menjadi 806 ribu dolar AS.

Sektor gula dan kembang gula justru mengalami tren positif. Volume ekspor naik dari 24.000 ton menjadi 32.634 ton dengan nilai ekspor meningkat dari 4 juta dolar AS menjadi 5,4 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa sektor pangan olahan berbasis gula semakin mendapat tempat di pasar ekspor.

Beberapa komoditas lain seperti olahan buah dan sayuran, serta paket pos dan parsel masih berkontribusi meski dalam jumlah terbatas. Sementara komoditas seperti kopra, garam, kapur, semen, dan kimia dasar organik dari hasil pertanian tidak tercatat dalam data ekspor selama dua tahun terakhir.

Secara keseluruhan, tren ekspor Gorontalo menunjukkan arah yang positif dengan diversifikasi komoditas yang makin variatif. Komoditas andalan seperti kayu, perikanan, dan hasil pertanian terus berkembang, memberi sinyal bahwa Gorontalo makin siap bersaing di pasar global.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #Ekspor #Manado Post #Gorontalo