Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gorontalo Ekspansi Pasar Ekspor, Negara Mana Saja Tujuannya?

Pratama Karamoy • Selasa, 8 Juli 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Ekspor Provinsi Gorontalo pada tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama dari sisi nilai ekspor. Berdasarkan data resmi, total volume ekspor mencapai 272.875 ton dengan nilai mencapai 60 juta dolar AS. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang mencatat volume sebesar 213.175 ton dan nilai 55,1 juta dolar AS.

Photo
Photo

Peningkatan paling mencolok terlihat pada kelompok negara utama yang menjadi destinasi ekspor terbesar bagi Gorontalo. Total ekspor ke negara-negara utama naik dari 126.733 ton pada 2023 menjadi 201.586 ton pada 2024. Sementara dari sisi nilai, ekspor ke negara-negara ini meningkat dari 25 juta dolar AS menjadi lebih dari 35 juta dolar AS.

Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar Gorontalo pada 2024. Volume ekspor ke Negeri Sakura mencapai 52.800 ton, naik dari 42.013 ton pada tahun sebelumnya. Tak hanya dari sisi volume, nilai ekspor ke Jepang juga meningkat dari 5,5 juta dolar AS menjadi lebih dari 7,1 juta dolar AS. Ini menunjukkan hubungan dagang yang semakin erat antara Gorontalo dan Jepang.

Negara utama lain yang mencatatkan peningkatan luar biasa yang mencakup mitra strategis non-spesifik. Volume ekspor ke kelompok ini melonjak dari 68.140 ton menjadi 144.609 ton. Nilai ekspornya pun hampir dua kali lipat, dari 9,8 juta dolar AS menjadi 20,4 juta dolar AS.

Meskipun begitu, tidak semua negara tujuan mengalami peningkatan. Tiongkok, misalnya, justru mengalami penurunan ekspor dari 12.028 ton menjadi hanya 934 ton. Nilai ekspor ke Tiongkok juga menurun drastis dari 3,3 juta dolar AS menjadi 1 juta dolar AS. Fenomena ini patut dicermati karena Tiongkok sebelumnya merupakan salah satu mitra dagang penting.

Rusia tetap menjadi pasar penting meskipun volume ekspor turun dari 3.975 ton menjadi 2.672 ton. Nilai ekspornya tetap cukup tinggi yaitu 5,2 juta dolar AS, naik dari 5,1 juta dolar AS pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Belanja Makanan atau Bukan Makanan, Warga Gorontalo Pilih Mana?

Sementara di kawasan ASEAN, ekspor Gorontalo mengalami penurunan baik dari sisi volume maupun nilai. Total ekspor ke negara-negara ASEAN turun dari 80.419 ton menjadi 65.791 ton. Nilai ekspornya juga menurun dari 21,9 juta dolar AS menjadi 14,8 juta dolar AS. Filipina yang sebelumnya menjadi tujuan ekspor terbesar di ASEAN juga mengalami penurunan dari 68.400 ton menjadi 55.232 ton dengan nilai turun dari 19,8 juta dolar AS menjadi 12,9 juta dolar AS.

Namun ada kejutan positif dari Singapura yang mencatat lonjakan ekspor signifikan. Volume ekspor ke Singapura meningkat drastis dari hanya 13 ton pada 2023 menjadi 10.296 ton pada 2024. Nilai ekspornya pun melonjak dari 36 ribu dolar AS menjadi 1,5 juta dolar AS. Malaysia dan Thailand juga menunjukkan tren serupa dengan peningkatan volume dan nilai.

Di kawasan Uni Eropa, ekspor Gorontalo menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan. Volume ekspor naik dari 4.273 ton menjadi 4.594 ton. Nilai ekspor juga meningkat dari 5,8 juta dolar AS menjadi 8,5 juta dolar AS. Jerman menjadi negara Eropa dengan kontribusi tertinggi, diikuti Belanda dan Uni Eropa lainnya.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekspor Gorontalo menunjukkan arah positif meskipun masih terdapat fluktuasi di beberapa negara tujuan. Fokus pada diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama perdagangan menjadi kunci dalam menjaga tren positif ini ke depan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #Ekspor #Manado Post #Gorontalo