Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Desa Pesisir di Sulsel Alami Penyesuaian, Non-Pesisir Terus Bertambah

Pratama Karamoy • Senin, 14 Juli 2025 | 07:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui BPS mencatat adanya perkembangan yang menarik dalam distribusi desa dan kelurahan berdasarkan letak geografis antara wilayah tepi laut dan bukan tepi laut. Data dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan dinamika yang mencerminkan arah pembangunan wilayah dan tata ruang yang semakin strategis.

Hingga tahun 2024, jumlah total desa dan kelurahan di Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 3.060 unit yang terdiri dari 524 desa dan kelurahan di wilayah pesisir serta 2.536 desa dan kelurahan di wilayah non-pesisir. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, terjadi sedikit penurunan pada jumlah desa pesisir yang semula berjumlah 527, namun wilayah non-pesisir justru mengalami kenaikan dari 2.522 menjadi 2.536 unit.

Wilayah Kabupaten Bone mencatat jumlah desa dan kelurahan bukan pesisir terbanyak dengan total mencapai 318 unit yang stabil sejak tahun 2018. Sementara itu, Gowa dan Wajo menyusul dengan jumlah yang juga tinggi, masing-masing mencapai 167 dan 168 unit pada 2024.

Untuk wilayah pesisir, Kepulauan Selayar mendominasi dengan jumlah desa dan kelurahan pesisir sebanyak 80 unit, meningkat dibandingkan 2021 yang sempat menurun menjadi 72 unit. Bulukumba mencatat angka yang stabil, dengan 31 desa pesisir di tahun 2024 setelah sempat turun menjadi 29 pada 2021. Bantaeng dan Jeneponto masing-masing memiliki 17 dan 32 desa pesisir.

Baca Juga: Kinerja Ekonomi Gorontalo Meningkat, Sektor Ini Paling Berjaya

Kabupaten Takalar menjadi salah satu wilayah dengan peningkatan signifikan dalam desa pesisir, dari 32 unit di tahun 2018 menjadi 39 unit pada 2024. Sebaliknya, Maros menunjukkan penurunan dari 7 menjadi 6 unit desa pesisir, meskipun jumlah desa non-pesisir tetap berada pada angka 97 sejak 2021.

Luwu menjadi kabupaten dengan jumlah gabungan desa yang cukup seimbang, mencatat 45 desa pesisir dan 182 desa non-pesisir di tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya pemerataan pembangunan antara daerah pesisir dan daratan.

Sementara Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi memiliki 25 desa dan kelurahan pesisir dan 128 non-pesisir. Kota Palopo dan Parepare masing-masing mempertahankan jumlah tetap sejak 2018, yakni 11 desa pesisir untuk Parepare dan 16 desa pesisir untuk Palopo.

Beberapa wilayah seperti Soppeng, Enrekang, Tana Toraja dan Toraja Utara tidak memiliki desa pesisir karena memang secara geografis berada di daerah pegunungan dan jauh dari garis pantai.

Data ini menunjukkan bahwa pembangunan desa di Sulawesi Selatan secara umum cenderung bertumbuh lebih pesat di daerah non-pesisir. Namun demikian, beberapa wilayah pesisir juga menunjukkan tren positif terutama dalam penguatan wilayah maritim dan potensi ekonomi kelautan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulsel #mpedia #Manado Post #Desa