MANADOPOST.ID - Struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan tahun 2024 memperlihatkan dinamika menarik dalam hal status pekerjaan utama, khususnya ketika ditinjau dari sisi jenis kelamin. Dari total 4,68 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja dalam seminggu terakhir, tercatat 2,83 juta adalah laki-laki dan 1,84 juta adalah perempuan.
Mayoritas Bekerja sebagai Karyawan atau Pegawai
Kategori pekerja terbanyak berasal dari kelompok buruh atau pegawai, mencakup karyawan swasta, pegawai negeri, BUMN, maupun BUMD. Jumlahnya mencapai 1.678.177 orang atau sekitar 36 persen dari total tenaga kerja. Laki-laki mendominasi kategori ini dengan jumlah 1.056.077 orang, sedangkan perempuan menyumbang 622.100 orang.
Wirausaha Tetap Jadi Pilihan Populer
Kategori kedua terbesar adalah kelompok usaha sendiri atau wiraswasta tanpa bantuan buruh tetap, yaitu sebanyak 1.021.034 orang. Menariknya, sektor ini juga didominasi oleh laki-laki yang mencapai 636.334 orang, sedangkan perempuan yang berwirausaha sendiri tercatat sebanyak 384.700 orang. Ini menunjukkan semangat kewirausahaan yang tinggi di kalangan pekerja laki-laki Sulsel.
Pekerja Keluarga: Perempuan Jadi Tulang Punggung
Yang paling mencolok dari data ini adalah dominasi perempuan pada kategori pekerja keluarga atau tak dibayar. Dari total 777.763 pekerja dalam kelompok ini, sebanyak 519.820 di antaranya adalah perempuan. Artinya, hampir dua pertiga perempuan yang bekerja tanpa bayaran berkontribusi dalam usaha keluarga, suatu bentuk kerja yang sering kali luput dari pengakuan formal.
Baca Juga: Jumlah ASN Perempuan di Sulsel Lampaui Laki-Laki, Ini Sebarannya
Pekerja Bebas dan Buruh Tidak Tetap Masih Signifikan
Kategori pekerja bebas atau informal mencatatkan angka sebanyak 281.711 orang. Dari jumlah ini, sekitar 206 ribu adalah laki-laki dan 75 ribu adalah perempuan. Sementara itu, mereka yang berusaha dengan bantuan buruh tidak tetap dan tidak dibayar mencapai 751.391 orang, serta yang dibantu oleh buruh tetap dan dibayar sebanyak 170.852 orang.
Ketimpangan Gender Masih Terlihat
Secara umum, data ini menunjukkan bahwa meski perempuan sudah aktif dalam dunia kerja, peran mereka masih banyak ditemukan dalam pekerjaan tak berbayar seperti pekerja keluarga. Ketimpangan ini perlu menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan dan pemberdayaan perempuan di masa mendatang.
Dengan jumlah pekerja yang besar dan struktur pekerjaan yang beragam, Sulawesi Selatan memiliki potensi ekonomi luar biasa. Namun, tantangan terkait akses pekerjaan layak bagi perempuan, perluasan lapangan kerja formal, serta penguatan sektor wirausaha perlu terus diupayakan agar pembangunan ekonomi berjalan lebih inklusif dan adil.(pr)
Editor : Pratama Karamoy