Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Garis Kemiskinan Sulawesi Selatan Naik, Bagaimana dengan Jumlah Penduduk Miskin?

Pratama Karamoy • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 09:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Garis kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejak tahun 2018 hingga 2024. Data terbaru mengungkapkan bahwa pada Maret 2024 garis kemiskinan di wilayah perkotaan mencapai Rp. 485.401 per kapita per bulan, sedangkan di wilayah perdesaan sebesar Rp436.463 per kapita per bulan. Angka ini kembali naik pada September 2024 menjadi Rp. 491.078 di perkotaan dan Rp. 447.672 di perdesaan. Peningkatan ini menggambarkan adanya kenaikan kebutuhan minimum untuk memenuhi standar hidup layak baik di kota maupun di desa.

Photo
Photo

Meskipun garis kemiskinan meningkat, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan cenderung menurun. Pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan tercatat 167,93 ribu orang dan di perdesaan 624,70 ribu orang, sehingga totalnya mencapai 792,63 ribu orang. Namun pada September 2024 jumlah ini berkurang menjadi 228,59 ribu orang di perkotaan dan 483,17 ribu orang di perdesaan, dengan total 711,77 ribu orang. Penurunan jumlah penduduk miskin ini menjadi sinyal positif meski garis kemiskinan terus mengalami kenaikan.

Jika melihat pergerakan data dari tahun ke tahun, tahun 2020 menjadi periode yang cukup menarik. Pada Maret 2020 jumlah penduduk miskin di perdesaan naik menjadi 603,05 ribu orang, lebih tinggi dibandingkan Maret 2019 yang tercatat 597,69 ribu orang. Kondisi tersebut bisa jadi dipengaruhi oleh dampak awal pandemi yang memukul sektor ekonomi di wilayah pedesaan. Namun pada periode berikutnya, terutama setelah 2021, tren penurunan jumlah penduduk miskin mulai terlihat kembali.

Baca Juga: Jumlah Tempat Ibadah di Sulsel Jadi Cermin Kerukunan Antarumat Beragama

Kenaikan garis kemiskinan sejalan dengan inflasi harga kebutuhan pokok serta meningkatnya biaya hidup. Data menunjukkan bahwa di periode Maret 2018 hingga Maret 2024 garis kemiskinan di perkotaan naik sekitar Rp170.852 per kapita per bulan, sementara di perdesaan naik Rp136.464 per kapita per bulan. Kenaikan ini menandakan bahwa daya beli masyarakat harus terus diperkuat agar penurunan jumlah penduduk miskin dapat dipertahankan.

Dengan garis kemiskinan yang terus meningkat, tantangan ke depan adalah memastikan kebijakan pengentasan kemiskinan mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi. Peningkatan kualitas lapangan kerja, pengendalian harga kebutuhan pokok, dan pemberdayaan ekonomi desa menjadi kunci penting untuk menjaga tren positif penurunan jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulsel #mpedia #BPS #Manado Post