MANADOPOST.ID - Produksi padi dan beras di Provinsi Sulawesi Selatan pada 2024 mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi pada 2023 mencapai 4.876.386,11 ton, sementara pada 2024 turun menjadi 4.818.429,39 ton. Hal serupa terjadi pada produksi beras yang pada 2023 tercatat sebesar 2.798.247,60 ton dan pada 2024 berkurang menjadi 2.764.990,01 ton. Penurunan ini dipengaruhi oleh beragam faktor seperti perubahan iklim, distribusi pupuk, hingga pola tanam yang bervariasi di tiap wilayah.
Kabupaten Bone masih menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Sulawesi Selatan. Pada 2024, produksi padi di Bone mencapai 754.644,66 ton dengan konversi beras sebesar 433.042,55 ton. Posisi kedua ditempati Kabupaten Wajo yang menghasilkan 587.729,75 ton padi dan 337.260,70 ton beras, disusul Kabupaten Pinrang dengan produksi padi 563.546,72 ton dan beras 323.383,60 ton. Tiga daerah ini menjadi penopang utama ketahanan pangan provinsi.
Meski sebagian besar kabupaten mengalami penurunan produksi, ada beberapa daerah yang justru mencatat kenaikan. Kabupaten Bulukumba misalnya, pada 2023 menghasilkan 215.957,87 ton padi, dan pada 2024 meningkat menjadi 217.869,03 ton. Kota Parepare juga naik dari 3.856,80 ton menjadi 4.983,52 ton. Peningkatan ini menunjukkan adanya potensi pengelolaan lahan dan teknologi pertanian yang lebih baik di wilayah tersebut.
Baca Juga: Sulsel Hampir Merata Nikmati Air Minum Layak, Ini Rinciannya
Sebaliknya, beberapa daerah mengalami penurunan cukup signifikan. Kabupaten Wajo turun dari 638.815,52 ton padi pada 2023 menjadi 587.729,75 ton pada 2024. Kabupaten Sidenreng Rappang juga berkurang dari 483.868,74 ton menjadi 447.855,62 ton. Kondisi ini dapat menjadi sinyal bahwa perlu ada perhatian lebih terhadap faktor pendukung produksi seperti irigasi, ketersediaan benih unggul, dan mitigasi dampak cuaca ekstrem.
Produksi di wilayah perkotaan cenderung rendah karena keterbatasan lahan. Kota Makassar misalnya hanya memproduksi 14.687,42 ton padi pada 2024, sementara Kota Palopo menghasilkan 14.860,86 ton. Meskipun kecil, kontribusi ini tetap penting untuk mendukung pasokan lokal.
Secara keseluruhan, Sulawesi Selatan masih memegang peran penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan total produksi beras lebih dari 2,7 juta ton pada 2024, provinsi ini tetap menjadi penyumbang besar bagi ketahanan pangan Indonesia. Namun, penurunan produksi menjadi peringatan agar kebijakan dan strategi pertanian lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan tantangan distribusi sarana produksi.(pr)
Editor : Pratama Karamoy