Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pasar Tanaman Hias Sulsel Menggeliat, Apa Yang jadi Favorit?

Pratama Karamoy • Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:15 WIB
Illustrasi
Illustrasi

MANADOPOST.ID - Tanaman hias tidak hanya mempercantik ruang, tetapi juga menjadi sektor yang berkontribusi pada perekonomian kreatif di Sulawesi Selatan. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik memperlihatkan dinamika luas panen berbagai jenis tanaman hias selama periode 2021 hingga 2024, dengan beberapa komoditas mengalami lonjakan signifikan, sementara lainnya menunjukkan penurunan yang cukup tajam.

Photo
Photo

Krisan menjadi salah satu tanaman hias yang menarik perhatian. Setelah sempat menurun drastis dari 6.401 meter persegi di 2021 menjadi hanya 98 meter persegi pada 2022, luas panennya melonjak ke 2.598 meter persegi pada 2023, meski kemudian kembali turun ke 1.755 meter persegi di 2024. Mawar mencatat peningkatan yang luar biasa, dari 342 meter persegi pada 2023 menjadi 2.646 meter persegi di 2024, sebuah lonjakan yang mengindikasikan meningkatnya minat pasar.

Tanaman ikonik seperti palem juga menunjukkan performa yang cukup stabil. Setelah mencapai puncak di 2023 dengan luas panen 4.677 meter persegi, pada 2024 masih tercatat 2.814 meter persegi. Tanaman Sri Rejeki yang populer untuk dekorasi rumah dan kantor sempat mencetak rekor 6.185 meter persegi di 2023, namun turun menjadi 2.463 meter persegi di 2024.

Beberapa tanaman hias eksotis seperti anggrek pot, anggrek potong, dan bromelia mengalami fluktuasi produksi. Anggrek potong sempat tumbuh dari 1.008 meter persegi di 2022 menjadi 1.863 meter persegi di 2023, namun menyusut menjadi 854 meter persegi di 2024. Bromelia yang hanya 8 meter persegi di 2022 berhasil berkembang hingga 474 meter persegi di 2023, namun berkurang menjadi 219 meter persegi di 2024.

Baca Juga: Bantuan Sosial Pangan di Sulsel Capai 1,4 Triliun Rupiah, Daerah Mana Paling Banyak Penerima?

Ada pula tanaman yang mencatat pertumbuhan spektakuler dalam kurun singkat, seperti puring yang awalnya hanya 150 meter persegi di 2021, melonjak menjadi 3.073 meter persegi di 2022 dan bertahan di angka tersebut pada 2023, sebelum turun menjadi 1.639 meter persegi pada 2024. Di sisi lain, beberapa tanaman seperti dracaena, hanjuang, dan pedang-pedangan menunjukkan tren naik-turun yang dipengaruhi permintaan pasar dan ketersediaan lahan.

Secara keseluruhan, data ini menggambarkan betapa dinamisnya pasar tanaman hias di Sulawesi Selatan. Tren permintaan yang cepat berubah, faktor cuaca, dan pengaruh tren desain interior menjadi penentu utama naik turunnya luas panen. Peluang tetap terbuka lebar, terutama bagi komoditas yang sedang naik daun seperti mawar, sri rejeki, dan krisan yang memiliki nilai estetika tinggi dan permintaan stabil di pasar lokal maupun nasional.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Sulsel #mpedia #BPS #Manado Post