MANADOPOST.ID - Distribusi beras dari Bulog di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2024 menunjukkan pola yang berfluktuasi cukup tajam. Data yang dirilis Perum Bulog Kanwil Sulselbar mencatat penyaluran tertinggi terjadi pada bulan Februari dengan volume mencapai 1.792 ton. Angka ini melonjak signifikan dibanding Januari yang hanya 483 ton.
Setelah puncak penyaluran di Februari, distribusi beras mengalami penurunan drastis pada Maret yang hanya tercatat 452 ton. Kondisi ini kembali meningkat pada April sebesar 1.382 ton dan mencapai 1.503 ton pada Mei. Namun, setelah itu terjadi fluktuasi lanjutan. Pada Juni distribusi turun menjadi 445 ton, kemudian Juli naik lagi ke angka 1.022 ton.
Bulan Agustus kembali mencatat penurunan dengan penyaluran hanya 229 ton dan September menjadi salah satu titik terendah sepanjang tahun yakni 178 ton. Meski demikian, tren kembali meningkat pada Oktober sebesar 944 ton dan berlanjut di Desember dengan 867 ton.
Dari pola ini terlihat bahwa distribusi beras oleh Bulog di Sulawesi Selatan dipengaruhi oleh dinamika kebutuhan masyarakat serta momentum tertentu dalam setahun. Lonjakan pada bulan Februari dan Mei kemungkinan terkait dengan kebutuhan tambahan di awal tahun serta persiapan memasuki bulan Ramadan. Sementara penurunan di Maret, Juni, dan September menunjukkan adanya masa jeda dalam distribusi besar.
Kehadiran Bulog dengan mekanisme distribusinya tetap menjadi penopang stabilitas pangan di Sulawesi Selatan. Fluktuasi ini tidak hanya mencerminkan pasokan dan permintaan, tetapi juga strategi penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi lapangan agar harga beras tetap terkendali di pasar.(pr)
Editor : Pratama Karamoy