Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Inilah Dinamika Hunian Hotel Sulawesi Selatan, Bulan Apa Yang Paling Ramai?

Pratama Karamoy • Selasa, 26 Agustus 2025 | 07:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Industri pariwisata Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2024 menunjukkan dinamika yang menarik melalui data tingkat hunian kamar hotel. Berdasarkan hasil Survei Hotel Bulanan Badan Pusat Statistik, terlihat bahwa baik hotel berbintang maupun nonbintang mengalami fluktuasi tingkat okupansi dari bulan ke bulan. Kondisi ini memberi gambaran tentang pola pergerakan wisatawan dan aktivitas perjalanan masyarakat di provinsi tersebut.

Photo
Photo

Sepanjang Januari hingga Desember 2024, tingkat hunian hotel berbintang di Sulawesi Selatan rata rata berada di kisaran 40 hingga 55 persen. Posisi terendah terjadi pada Januari dengan angka 40,74 persen, sedangkan puncak tertinggi dicapai pada Agustus sebesar 54,59 persen. Angka ini mengindikasikan adanya lonjakan permintaan kamar hotel yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh momen libur panjang, musim wisata, maupun aktivitas ekonomi yang meningkat di pertengahan tahun.

Sementara itu, hotel nonbintang juga menunjukkan pola serupa meski dengan persentase yang lebih rendah dibanding hotel berbintang. Tingkat okupansi hotel nonbintang berkisar antara 17 hingga 21 persen sepanjang tahun. Posisi tertinggi terjadi pada Januari dengan 21,47 persen, sementara yang terendah tercatat pada Maret sebesar 17,23 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meski tidak setinggi hotel berbintang, hotel nonbintang tetap memiliki peran dalam menampung pergerakan wisatawan maupun pelaku perjalanan lokal.

Baca Juga: Industri Perhotelan Sulsel Didominasi Kota Mana Saja?

Jika dilihat secara musiman, tingkat hunian hotel berbintang cenderung meningkat pada periode pertengahan tahun hingga akhir tahun. Mulai Juni hingga November, rata rata tingkat hunian berada di atas 52 persen. Kondisi ini memperlihatkan adanya daya tarik wisata yang cukup konsisten serta meningkatnya mobilitas masyarakat di Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, data ini menegaskan bahwa hotel berbintang masih menjadi pilihan utama penginapan bagi wisatawan maupun pebisnis yang berkunjung ke Sulawesi Selatan. Namun, hotel nonbintang juga tetap menjadi alternatif terutama bagi segmen masyarakat dengan kebutuhan yang lebih sederhana. Pola pergerakan ini bisa menjadi acuan penting bagi pelaku industri pariwisata dalam mempersiapkan strategi pemasaran, penawaran layanan, hingga penyesuaian harga untuk menjaga daya saing di tengah dinamika kebutuhan pasar.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Hotel #Sulsel #Pariwisata #mpedia #BPS #Manado Post