MANADOPOST.ID - Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu indikator penting dalam kemajuan sebuah daerah. Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses transportasi masyarakat, melainkan juga mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, data terbaru mengenai kondisi jalan di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024 menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah daerah.
Berdasarkan catatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan, panjang jalan di seluruh wilayah provinsi ini mencapai 24.293,08 kilometer. Dari jumlah tersebut, jalan dengan kondisi baik hanya sekitar 10.771,80 kilometer, sedangkan sisanya terbagi dalam kondisi sedang, rusak, hingga rusak berat.
Kategori jalan dalam kondisi sedang tercatat sepanjang 3.305,11 kilometer, sementara jalan rusak berjumlah 2.751,90 kilometer. Yang cukup mengkhawatirkan, total jalan yang masuk kategori rusak berat mencapai 9.464,28 kilometer atau hampir empat kali lipat dari panjang jalan yang rusak biasa. Fakta ini menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat masih harus berhadapan dengan akses transportasi yang tidak layak dan bahkan berpotensi membahayakan.
Jika dilihat per daerah, terdapat variasi kondisi yang cukup signifikan. Kabupaten Gowa misalnya mencatat panjang jalan baik hingga 878,99 kilometer dan kondisi sedang sepanjang 605,43 kilometer, namun masih ada 611 kilometer jalan rusak berat. Sementara Kabupaten Luwu Timur menanggung beban terbesar dengan jalan rusak berat mencapai 1.414,48 kilometer, disusul Kabupaten Luwu Utara dengan 1.161,93 kilometer.
Baca Juga: Inilah Dinamika Hunian Hotel Sulawesi Selatan, Bulan Apa Yang Paling Ramai?
Di sisi lain, beberapa daerah memperlihatkan catatan relatif lebih baik. Kota Makassar misalnya mencatat 667,42 kilometer jalan dalam kondisi baik dan hanya 5,61 kilometer yang masuk kategori rusak. Bahkan jalan rusak berat hanya tersisa 0,08 kilometer, menunjukkan tata kelola jalan perkotaan yang lebih terawat dibanding wilayah kabupaten.
Kondisi ini memperlihatkan kesenjangan antara daerah perkotaan dan kabupaten di Sulawesi Selatan dalam pemeliharaan infrastruktur jalan. Tantangan terbesar tentu saja berada di wilayah dengan bentang alam luas dan kondisi geografis yang menantang, seperti Luwu Raya dan Toraja.
Dengan kondisi demikian, langkah strategis pemerintah daerah sangat diperlukan. Investasi pada perbaikan jalan rusak berat harus menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat tidak terhambat. Lebih jauh, pembangunan jalan dengan kualitas tinggi dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy