MANADOPOST.ID - Jumlah penduduk Indonesia pada 2024 diproyeksikan terus meningkat dengan distribusi yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Data Badan Pusat Statistik memperlihatkan bahwa Jawa Barat tetap menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar, sementara Papua Selatan tercatat sebagai yang paling sedikit. Sulawesi Selatan sendiri berada di kelompok menengah dengan jumlah penduduk mencapai 9,46 juta jiwa.
Jawa Barat mendominasi dengan 50,35 juta jiwa, menjadikannya provinsi terpadat sekaligus pusat populasi nasional. Jawa Timur menyusul dengan 41,81 juta jiwa, kemudian Jawa Tengah dengan 37,89 juta jiwa. Tiga provinsi di Jawa ini menampung lebih dari separuh penduduk Indonesia, menunjukkan beban sekaligus potensi pembangunan yang sangat besar di kawasan tersebut.
Di luar Jawa, Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi mencapai 15,58 juta jiwa. Provinsi besar lain seperti Banten dengan 12,43 juta jiwa dan DKI Jakarta dengan 10,68 juta jiwa juga masih menempati posisi atas.
Untuk kawasan Indonesia timur, jumlah penduduk relatif lebih kecil. Papua Selatan hanya memiliki 542 ribu jiwa, Papua Barat 578 ribu, serta Papua Barat Daya 627 ribu jiwa. Kondisi ini menegaskan tantangan pembangunan yang berbeda, di mana kepadatan rendah bisa berarti peluang pengembangan wilayah namun juga menyulitkan pemerataan fasilitas dasar.
Baca Juga: Sektor Ini Masih Jadi Penopang Ekonomi Sulsel, Berapa Kontribusinya?
Sulawesi Selatan tercatat memiliki 9,46 juta jiwa pada 2024, menempatkannya di posisi menengah secara nasional. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tetangganya seperti Sulawesi Utara dengan 2,7 juta jiwa dan Sulawesi Tenggara dengan 2,79 juta jiwa, sekaligus menjadikan Sulsel sebagai pusat populasi di kawasan Sulawesi. Dengan jumlah tersebut, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam menopang tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Dari gambaran ini terlihat jelas bahwa distribusi penduduk Indonesia masih timpang, dengan konsentrasi sangat besar di Pulau Jawa dan jumlah jauh lebih kecil di kawasan timur. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjadikan jumlah penduduk sebagai modal pembangunan yang merata, tidak hanya terpusat di wilayah padat.(pr)
Editor : Pratama Karamoy