Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Maddidir hingga Lembeh, Ini Sebaran Desa Pesisir dan Daratan di Bitung

Pratama Karamoy • Jumat, 12 September 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kota Bitung yang dikenal sebagai pintu gerbang maritim di Sulawesi Utara tidak hanya kaya dengan potensi laut dan geografisnya, tetapi juga memiliki dinamika perkembangan wilayah administratif yang menarik untuk dicermati. Data terbaru Badan Pusat Statistik memperlihatkan perubahan jumlah desa dan kelurahan menurut kecamatan dan letak geografis, baik pesisir maupun non-pesisir, dalam rentang tahun 2018 hingga 2024.

Photo
Photo

Hingga tahun 2024, jumlah desa dan kelurahan di Kota Bitung mencapai 69 wilayah, terdiri dari 42 yang berada di pesisir dan 27 lainnya di kawasan non-pesisir. Persebaran ini memperlihatkan bagaimana kota ini menyeimbangkan pembangunan antara kawasan yang langsung berhubungan dengan laut dan daerah daratan yang menopang aktivitas lain seperti permukiman serta layanan publik.

Kecamatan Matuari menunjukkan perkembangan signifikan di wilayah non-pesisir dengan enam kelurahan, sementara di wilayah pesisir hanya terdapat dua. Hal ini mencerminkan bagaimana Matuari lebih berkembang ke arah daratan yang berfungsi sebagai area hunian dan pusat layanan. Berbeda dengan itu, Kecamatan Lembeh Utara sepenuhnya berada di pesisir dengan sepuluh desa atau kelurahan yang seluruhnya berbatasan langsung dengan laut, menjadikannya kawasan yang identik dengan potensi kelautan dan pariwisata bahari.

Kecamatan Aertembaga juga cukup menonjol dengan delapan kelurahan pesisir serta dua non-pesisir, menandakan kombinasi yang seimbang antara aktivitas perdagangan maritim dan kehidupan daratan. Sementara itu, Ranowulu yang dikenal sebagai kecamatan terluas di Bitung memiliki dua kelurahan pesisir dan dua kelurahan non-pesisir yang tersebar di wilayah pegunungan dan daratan.

Baca Juga: Stabilitas dan Pergeseran Ekonomi Daerah di Sulawesi Selatan, Ini Datanya

Kecamatan Maesa memperlihatkan pola berbeda dengan empat kelurahan pesisir dan empat non-pesisir. Hal ini menjadikan Maesa salah satu kecamatan yang seimbang secara geografis, di mana kedua kawasan sama-sama menjadi pusat pertumbuhan masyarakat. Sedangkan di Maddidir, terdapat tujuh kelurahan pesisir dan satu non-pesisir, yang menunjukkan dominasi wilayah pantai sebagai pusat aktivitas penduduk.

Di sisi lain, Girian dengan dua kelurahan pesisir dan lima non-pesisir lebih banyak berkembang di daratan, memperlihatkan karakter urban yang menonjol. Kecamatan Lembeh Selatan sepenuhnya pesisir dengan tujuh kelurahan, semakin menegaskan kawasan ini sebagai destinasi unggulan wisata laut sekaligus tempat tinggal masyarakat nelayan.

Gambaran ini memperlihatkan bahwa Kota Bitung tumbuh dengan identitas ganda. Di satu sisi, wilayah pesisir menjadi wajah utama kota yang menegaskan identitas maritimnya, sementara di sisi lain, kawasan non-pesisir menjadi penopang yang memastikan keseimbangan pembangunan. Perubahan jumlah desa dan kelurahan selama enam tahun terakhir menjadi bukti bahwa Bitung terus berkembang secara dinamis, baik di tepi laut maupun di daratan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #BPS #Desa #bitung