MANADOPOST.ID - Kota Bitung kembali merilis data kependudukan terbarunya yang menggambarkan struktur umur masyarakat. Dari total sekitar 234,97 ribu jiwa, terlihat jelas bagaimana kelompok usia muda dan produktif masih menjadi pilar utama populasi di Bitung.
Kelompok umur 20 hingga 24 tahun tercatat sebagai yang terbesar dengan jumlah hampir 20 ribu jiwa. Menyusul setelahnya adalah kelompok usia 15 hingga 19 tahun dengan 19.868 jiwa, serta kelompok 10 hingga 14 tahun yang mencapai 18.910 jiwa. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Kota Bitung memiliki bonus demografi yang kuat, dengan dominasi generasi muda yang berpotensi menjadi tenaga produktif di masa depan.
Tidak hanya itu, kelompok usia anak usia sekolah juga menunjukkan jumlah signifikan. Kelompok usia 5 hingga 9 tahun mencatat 17.791 jiwa, sementara usia balita hingga 4 tahun mencapai 13.403 jiwa. Angka ini menegaskan bahwa populasi Kota Bitung memiliki basis generasi penerus yang cukup besar sehingga kebutuhan layanan pendidikan dan kesehatan anak akan menjadi prioritas penting bagi pemerintah daerah.
Memasuki usia dewasa muda, kelompok umur 25 hingga 29 tahun tercatat sebanyak 17.295 jiwa, sedangkan 30 hingga 34 tahun sebanyak 16.023 jiwa. Jumlah ini menandakan potensi besar tenaga kerja produktif yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi kota.
Baca Juga: Fakta Menarik Sebaran Wilayah Bitung Tahun 2025
Di sisi lain, jumlah penduduk mulai menurun pada usia paruh baya. Kelompok usia 40 hingga 44 tahun hanya mencatat 15.767 jiwa dan 45 hingga 49 tahun sebesar 15.954 jiwa. Lebih jauh lagi, jumlah populasi lansia semakin kecil dengan hanya 8.125 jiwa pada usia 60 hingga 64 tahun, 5.836 jiwa pada usia 65 hingga 69 tahun, hingga 3.034 jiwa untuk kelompok usia 75 tahun ke atas.
Struktur umur ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa Bitung adalah kota dengan mayoritas penduduk berusia muda. Bonus demografi ini bisa menjadi peluang besar bila dikelola dengan baik melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta layanan kesehatan yang memadai. Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu memikirkan strategi untuk memastikan kelompok usia lanjut tetap mendapat perhatian, terutama dalam aspek jaminan sosial dan pelayanan kesehatan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy