Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Statistik Pencari Kerja Ungkap Perubahan Sosial di Bitung, Ini Datanya

Pratama Karamoy • Kamis, 18 September 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Ketersediaan tenaga kerja dan dinamika pencari kerja selalu menjadi cerminan kondisi ekonomi sebuah daerah. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bitung mencatat pergerakan jumlah pencari kerja yang fluktuatif sepanjang satu dekade terakhir, mulai dari 2014 hingga 2024.

Photo
Photo

Pada tahun 2014, jumlah pencari kerja yang terdaftar mencapai 2.352 orang dengan komposisi hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan. Namun pada 2015, data tidak tersedia sehingga tren tidak dapat diikuti secara berkesinambungan. Tahun-tahun berikutnya memperlihatkan penurunan signifikan, di mana angka pencari kerja sempat menyusut hingga hanya 423 orang pada 2016 dan 450 orang pada 2017.

Kondisi ini mulai bergerak naik kembali pada 2019 dengan 497 orang dan meningkat menjadi 546 orang pada 2020. Situasi pandemi Covid-19 tampaknya menjadi salah satu faktor pendorong naiknya angka pencari kerja yang pada 2021 melonjak drastis menjadi 1.224 orang.

Baca Juga: Dari Maddidir hingga Lembeh, Ini Sebaran Desa Pesisir dan Daratan di Bitung

Tahun 2022 mencatat peningkatan lebih tinggi dengan 2.079 pencari kerja, terdiri dari 1.500 laki-laki dan 579 perempuan. Tren ini berlanjut hingga 2023 dengan 2.382 pencari kerja, menjadi salah satu angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Namun pada 2024, jumlah pencari kerja justru menurun menjadi 1.747 orang, meski masih jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi.

Dari sisi distribusi gender, laki-laki konsisten mendominasi jumlah pencari kerja di Bitung. Misalnya, pada 2023 terdapat 1.749 laki-laki dibandingkan 633 perempuan. Meski begitu, partisipasi perempuan sebagai pencari kerja tetap menunjukkan kontribusi yang berarti, terlebih pada periode 2022 dan 2023.

Data ini tidak hanya menggambarkan pergerakan angka, tetapi juga merefleksikan bagaimana dinamika sosial, ekonomi, dan peluang kerja di Kota Bitung berubah dari waktu ke waktu. Penurunan pada 2024 bisa ditafsirkan sebagai tanda membaiknya daya serap lapangan kerja atau justru karena faktor lain yang perlu diteliti lebih dalam.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#tenaga kerja #mpedia #BPS #Manado Post #bitung