MANADOPOST.ID - Pertumbuhan jumlah perpustakaan di Kota Bitung dalam lima tahun terakhir mencerminkan perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap peningkatan literasi. Data dari Dinas Perpustakaan Kota Bitung menunjukkan lonjakan signifikan pada tahun 2024 setelah beberapa tahun sebelumnya angka cenderung stabil. Fakta ini menjadi penanda bahwa akses terhadap sumber bacaan semakin diperluas dan dikelola secara lebih beragam.
Sejak tahun 2020 hingga 2023, jumlah perpustakaan di Bitung tercatat stagnan pada angka 16 unit. Angka tersebut terdiri dari satu perpustakaan milik pemerintah daerah, delapan perpustakaan umum tingkat kecamatan, enam perpustakaan umum tingkat kelurahan, serta satu unit perpustakaan keliling. Kondisi ini relatif stabil tanpa adanya penambahan fasilitas baru.
Namun situasi berubah drastis pada tahun 2024. Total perpustakaan melonjak menjadi 48 unit. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh hadirnya 22 perpustakaan milik non pemerintah yang sebelumnya tidak tercatat, serta peningkatan jumlah perpustakaan umum kelurahan yang bertambah dari enam menjadi 14 unit. Selain itu, jumlah perpustakaan keliling dan milik pemerintah daerah juga ikut naik masing-masing menjadi dua unit.
Kenaikan jumlah perpustakaan ini menunjukkan semakin besarnya partisipasi masyarakat dalam menghadirkan fasilitas baca, tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Kehadiran perpustakaan non pemerintah yang mendadak signifikan menjadi bukti bahwa kolaborasi publik dan komunitas semakin aktif dalam mendorong gerakan literasi.
Baca Juga: Bitung Catat Tren Menarik di Dunia Pendidikan Dasar, Yuk Intip Datanya!
Bagi warga Kota Bitung, kondisi ini tentu memberikan lebih banyak pilihan untuk mengakses buku, pengetahuan, dan informasi. Kehadiran perpustakaan umum di tingkat kelurahan misalnya, akan lebih mendekatkan fasilitas literasi ke masyarakat akar rumput sehingga mempermudah akses tanpa harus menempuh jarak jauh. Sementara itu, perpustakaan keliling yang jumlahnya bertambah akan semakin menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit terlayani.
Peningkatan ini juga menegaskan bahwa ekosistem literasi di Bitung semakin berkembang. Perpustakaan bukan lagi sekadar ruang membaca, melainkan bisa menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat, ajang diskusi, hingga ruang kreatif untuk generasi muda. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitung akan menjadi salah satu kota dengan ekosistem literasi paling dinamis di Sulawesi Utara.(pr)
Editor : Pratama Karamoy