MANADOPOST.ID - Kebiasaan membaca masyarakat Kota Bitung terlihat dalam data peminjaman koleksi perpustakaan selama periode 2020 hingga 2024. Informasi ini mencerminkan dinamika minat baca warga terhadap berbagai bidang ilmu, mulai dari komputer hingga sastra. Data dari Dinas Perpustakaan Kota Bitung mengungkapkan bahwa jumlah koleksi yang dipinjam setiap tahun mengalami fluktuasi, sekaligus memberi gambaran tentang jenis bacaan yang paling diminati.
Pada tahun 2020, total koleksi yang dipinjam tercatat sebanyak 68 eksemplar. Bidang yang paling banyak diminati saat itu adalah bahasa, agama, serta geografi dan sejarah yang masing-masing mencapai 13 judul. Sains dan sastra berada di posisi paling rendah dengan hanya satu judul yang dipinjam.
Tahun 2021 memperlihatkan lonjakan signifikan dengan jumlah peminjaman mencapai 106 eksemplar. Koleksi sains menjadi penyumbang terbesar dengan 26 judul, diikuti filsafat dan psikologi sebanyak 25 judul. Sementara itu, bidang komputer serta geografi dan sejarah justru mengalami penurunan minat dengan angka yang relatif kecil.
Pada tahun 2024 menghadirkan catatan baru dengan total peminjaman sebanyak 88 eksemplar. Sastra menjadi kategori paling banyak dipinjam dengan 16 judul, menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap bacaan literatur. Filsafat dan psikologi juga tetap populer dengan 16 judul, sementara koleksi komputer, agama, dan sains menunjukkan angka yang cukup stabil.
Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa preferensi pembaca di Bitung cukup beragam dan mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Pada awal periode, bacaan yang bernuansa ilmu sosial dan keagamaan lebih banyak diminati, sementara di tahun terakhir koleksi sastra dan filsafat justru mendominasi.
Baca Juga: Dari Madidir hingga Lembeh Selatan, Begini Peta SLB Kota Bitung
Perubahan ini menunjukkan betapa literasi masyarakat tidak statis. Minat baca berkembang seiring kebutuhan dan tren yang terjadi di tengah masyarakat. Perpustakaan pun berperan penting dalam menyediakan koleksi yang mampu menjawab selera pembaca, baik mereka yang mencari pengetahuan ilmiah maupun yang menikmati karya sastra.
Ke depan, tantangan bagi perpustakaan Kota Bitung adalah menjaga keberagaman koleksi agar setiap pembaca, dari pelajar hingga masyarakat umum, bisa menemukan bacaan yang sesuai dengan kebutuhannya. Data peminjaman ini bisa menjadi tolok ukur penting untuk merancang strategi layanan literasi yang lebih efektif.(pr)
Editor : Pratama Karamoy