Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Data BPS Ungkap Karakter Unik Pemukiman di Kota Bitung

Pratama Karamoy • Selasa, 23 September 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Peta perkembangan jumlah desa dan kelurahan di Kota Bitung memperlihatkan dinamika yang menarik ketika ditelusuri berdasarkan kondisi topografi wilayah. Data dari Badan Pusat Statistik melalui Pendataan Potensi Desa memperlihatkan bahwa dari tahun 2018 hingga 2024, sebaran desa di kota pelabuhan ini tetap konsisten dengan karakter geografis yang khas, antara lereng, dataran, dan lembah.

Photo
Photo

Jika ditelaah lebih jauh, tidak ada desa atau kelurahan yang tercatat berada di kawasan lembah sepanjang periode tersebut. Seluruh wilayah administratif terbagi antara lereng atau puncak perbukitan serta dataran yang relatif lebih rata. Kondisi ini sejalan dengan bentang alam Bitung yang didominasi kontur berbukit dan tebing, sehingga kategori lereng menjadi yang paling menonjol.

Pada tahun 2018 hingga 2024, tercatat ada 57 desa atau kelurahan yang berada di kawasan lereng dan jumlah ini tidak mengalami perubahan hingga 2024. Angka ini menjadi penegas bahwa mayoritas kawasan pemukiman di Bitung tumbuh mengikuti alur topografi miring yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Sementara itu, kawasan dataran hanya mencatat 12 desa atau kelurahan sepanjang periode yang sama. Angka ini relatif kecil jika dibandingkan dengan wilayah lereng, namun tetap memiliki peran penting karena umumnya menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Jika ditinjau per kecamatan, Ranowulu menjadi daerah dengan jumlah desa di lereng terbanyak yaitu 11 desa, disusul oleh Lembeh Utara dengan 10 desa. Kecamatan dengan komposisi seimbang antara lereng dan dataran antara lain Madidir serta Maesa, di mana keduanya memiliki desa di kedua kategori. Sebaliknya, beberapa kecamatan seperti Matuari dan Lembeh Selatan hanya memiliki desa di wilayah lereng, tanpa catatan pemukiman di dataran.

Baca Juga: Statistik Pencari Kerja Ungkap Perubahan Sosial di Bitung, Ini Datanya

Konsistensi jumlah desa dari 2018 hingga 2024 menunjukkan bahwa Kota Bitung memiliki pola perkembangan wilayah yang stabil. Hal ini juga mengindikasikan perencanaan tata ruang yang relatif terjaga, meski tantangan geografis berupa lereng dan tebing menjadi faktor dominan dalam penentuan lokasi pemukiman.

Data ini sekaligus menegaskan karakter Kota Bitung sebagai wilayah yang berhadapan langsung dengan tantangan alam. Masyarakatnya beradaptasi dengan bentang lahan yang menuntut ketahanan fisik dan strategi pembangunan yang lebih terarah agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di kemudian hari.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #BPS #Desa #bitung