Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Data Terbaru Kesehatan Ibu Hamil di Bitung, Bongkar Tantangan yang Masih Ada?

Pratama Karamoy • Kamis, 25 September 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kesehatan ibu hamil di Kota Bitung menjadi perhatian penting pemerintah daerah, terlihat dari data selama sepuluh tahun terakhir yang menunjukkan dinamika jumlah kunjungan, kondisi gizi, hingga penerimaan tablet zat besi. Data Dinas Kesehatan Kota Bitung periode 2014 hingga 2024 mencatat adanya fluktuasi yang patut diperhatikan untuk melihat keberhasilan maupun tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Photo
Photo

Jumlah ibu hamil di Bitung relatif stabil dengan kisaran empat ribu orang setiap tahun. Pada 2014 tercatat 4.294 ibu hamil, sempat naik menjadi 4.502 pada 2015, lalu terus berfluktuasi hingga 4.498 pada 2019 dan menurun menjadi 4.220 pada 2023 serta 4.220 pada 2024. Tren penurunan dalam dua tahun terakhir menjadi catatan karena berhubungan erat dengan layanan kesehatan dasar yang diberikan.

Kunjungan K1 atau pemeriksaan pertama ibu hamil memperlihatkan pola yang cukup tinggi. Pada 2019 kunjungan K1 mencapai 4.515 kali, tertinggi sepanjang periode yang tercatat. Namun pada 2024 angka ini turun drastis menjadi 3.733 kunjungan, penurunan yang menunjukkan adanya tantangan dalam mengakses layanan pemeriksaan awal kehamilan. Hal serupa terlihat pada kunjungan K4 atau pemeriksaan lanjutan. Dari 4.164 kunjungan pada 2020, jumlah ini terus menurun hingga mencapai 3.046 pada 2024.

Selain itu, indikator kurang energi kronis atau KEK pada ibu hamil juga menjadi perhatian. Data 2017 menunjukkan 26 ibu hamil dengan kondisi KEK, angka ini melonjak tajam menjadi 678 kasus pada 2019. Meski sempat turun menjadi 306 kasus pada 2021, angka KEK kembali naik menjadi 504 pada 2022 dan masih berada di kisaran 425 kasus pada 2024. Angka ini menandakan bahwa perbaikan gizi ibu hamil masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Data BPS Ungkap Karakter Unik Pemukiman di Kota Bitung

Di sisi lain, program pemberian tablet zat besi sebagai upaya pencegahan anemia bagi ibu hamil juga mencatat dinamika menarik. Penerimaan Fe1 atau tablet zat besi tahap pertama mencapai puncaknya pada 2019 dengan 4.498 penerima, sebanding dengan jumlah ibu hamil di tahun tersebut. Namun pada 2024 jumlahnya turun menjadi 3.816. Begitu pula Fe3 atau tablet zat besi tahap lanjutan yang pada 2019 sempat menyentuh angka 4.498 penerima, kini hanya 3.069 di tahun 2024.

Data ini menunjukkan bahwa meski Kota Bitung memiliki rekam jejak pelayanan kesehatan ibu hamil yang cukup konsisten, tantangan besar masih ada terutama dalam menjaga keberlanjutan kunjungan pemeriksaan dan memastikan ibu hamil mendapatkan suplementasi gizi yang memadai. Penurunan signifikan dalam kunjungan dan penerimaan tablet zat besi di tahun-tahun terakhir perlu menjadi perhatian serius agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjamin.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #Ibu Hamil #BPS #bitung