Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Tahun ke Tahun, Begini Perjalanan Angka Kelahiran di Bitung

Pratama Karamoy • Kamis, 25 September 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Selama sepuluh tahun terakhir, dinamika kesehatan bayi di Kota Bitung memperlihatkan perjalanan yang penuh tantangan. Data resmi Dinas Kesehatan Kota Bitung mencatat bahwa jumlah bayi lahir, kasus bayi dengan berat badan rendah lahir (BBRL), serta kondisi gizi buruk menunjukkan pola yang fluktuatif. Kondisi ini memberi gambaran jelas mengenai pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan bayi yang semakin intensif dari waktu ke waktu.

Photo
Photo

Pada tahun 2014 tercatat 3.570 bayi lahir dengan 40 kasus BBRL, tanpa ada catatan gizi buruk. Setahun kemudian jumlah kelahiran naik menjadi 3.972 bayi dan BBRL meningkat menjadi 51 kasus. Tahun 2016 angka kelahiran sedikit meningkat menjadi 3.582 bayi dengan 50 kasus BBRL, sementara pada 2017 angka BBRL melonjak signifikan hingga 82 kasus meskipun kelahiran justru menurun menjadi 3.449 bayi. Tahun 2018 terlihat angka kelahiran sebesar 3.540 bayi, dengan hanya 2 kasus BBRL dan satu bayi tercatat mengalami gizi buruk. Namun pada 2019 jumlah kelahiran naik menjadi 3.867 bayi dengan 77 kasus BBRL serta satu kasus gizi buruk.

Tahun 2020 menjadi titik tertinggi kelahiran bayi di Bitung dengan 4.094 kelahiran, tetapi diiringi dengan 65 kasus BBRL dan enam kasus gizi buruk. Kondisi ini berlanjut di 2021 dengan 3.617 kelahiran serta 92 kasus BBRL, yang menjadi jumlah tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, dan 15 bayi tercatat mengalami gizi buruk. Pada 2022 jumlah kelahiran justru turun drastis menjadi 2.535 bayi, dengan 79 kasus BBRL dan 6 bayi mengalami gizi buruk. Tahun 2023 angka kelahiran kembali naik menjadi 3.103 bayi, namun kasus BBRL turun menjadi 37 dengan 5 bayi mengalami gizi buruk. Sementara pada 2024 tercatat 3.176 bayi lahir dengan 31 kasus BBRL serta 8 bayi mengalami gizi buruk.

Baca Juga: Masyarakat Semakin Dekat dengan Buku, Perpustakaan di Bitung Bertambah Pesat

Data ini menegaskan adanya tantangan serius dalam menjaga kualitas kesehatan bayi di Kota Bitung. Meski jumlah kelahiran cukup stabil, fluktuasi kasus BBRL dan gizi buruk menunjukkan pentingnya peran layanan kesehatan serta intervensi gizi yang lebih terarah. Peningkatan fasilitas kesehatan, edukasi gizi bagi ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang bayi diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi kasus serupa di masa mendatang.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#bayi #mpedia #Ibu Hamil #BPS #bitung