Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Program KB di Bitung Hadapi Tantangan Serius, Ini Buktinya

Pratama Karamoy • Senin, 29 September 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Program Keluarga Berencana (KB) di Kota Bitung kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan penurunan jumlah peserta aktif yang cukup tajam dalam empat tahun terakhir. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bitung merilis catatan resmi yang memperlihatkan bagaimana penggunaan berbagai metode kontrasepsi mengalami perubahan mencolok sejak tahun 2021 hingga 2024.

Photo
Photo

Pada tahun 2021, jumlah peserta KB aktif di Bitung mencapai puncaknya. Tercatat 6.937 akseptor menggunakan pil, 3.961 memilih IUD, 1.388 menggunakan kondom, 787 menjalani metode operasi wanita (MOW), serta 56 memilih metode operasi pria (MOP). Angka yang begitu besar ini seakan mencerminkan keberhasilan kampanye KB pada tahun tersebut.

Namun setelahnya, grafik partisipasi KB terus menurun. Tahun 2022 tercatat hanya 1.895 pengguna pil, 696 pemakai IUD, 43 kondom, 436 MOW, dan 33 MOP. Penurunan makin terasa pada 2023 ketika angka pengguna pil tinggal 1.620 orang, IUD 778, kondom 37, MOW 446, dan MOP 29. Sementara data terbaru 2024 menunjukkan penurunan lebih jauh, hanya 1.433 orang menggunakan pil, 849 memilih IUD, 37 menggunakan kondom, 506 menjalani MOW, serta 34 memilih MOP.

Jika ditinjau berdasarkan kecamatan, Matuari menjadi wilayah dengan jumlah pengguna kontrasepsi tertinggi, terutama pada metode pil dengan 299 akseptor serta IUD dengan 213 akseptor. Disusul Girian dengan 267 pengguna pil dan 145 IUD, serta Maesa dengan 219 pil dan 126 IUD. Ranowulu tercatat menonjol dalam penggunaan IUD dengan 113 akseptor meski jumlah pengguna pil hanya 57 orang. Sementara itu, Lembeh Utara dan Lembeh Selatan berada di posisi terendah dengan catatan pil di bawah 150 orang.

Baca Juga: Ribuan Anak di Bitung Sudah Imunisasi Campak dan Polio, Apa Tantangannya?

Fenomena penurunan jumlah peserta aktif KB dalam empat tahun terakhir mengundang banyak pertanyaan. Apakah hal ini dipengaruhi faktor kesadaran masyarakat, ketersediaan layanan, atau preferensi terhadap metode kontrasepsi tertentu? Menariknya, meski jumlah pengguna pil menurun, metode operasi wanita (MOW) justru cenderung stabil dengan angka di atas 400 orang sejak 2022 hingga 2024.

Kondisi ini memberi sinyal bahwa strategi program KB di Bitung perlu ditinjau kembali. Tidak hanya dari sisi distribusi alat kontrasepsi, tetapi juga efektivitas penyuluhan, pendampingan, dan pemerataan layanan di setiap kecamatan. Karena pada akhirnya, keberhasilan KB bukan sekadar soal angka, melainkan juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses yang mudah, aman, dan sesuai kebutuhan mereka.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#mpedia #BPS #KB #bitung