Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Begini Peta Rumah Ibadah di Bitung, Simbol Nyata Toleransi

Pratama Karamoy • Rabu, 1 Oktober 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kehidupan beragama di Kota Bitung tidak hanya terlihat dari jumlah penganutnya, tetapi juga tercermin dalam ketersediaan sarana ibadah di setiap kecamatan. Data terbaru tahun 2025 yang dirilis oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bitung memperlihatkan bagaimana rumah ibadah tumbuh dan tersebar, menjadi simbol nyata kerukunan antarumat yang telah lama melekat dalam identitas masyarakat Bitung.

Photo
Photo

Secara keseluruhan, Kota Bitung memiliki 95 masjid dan 4 mushola yang tersebar di berbagai wilayah. Keberadaan rumah ibadah umat Islam ini cukup menonjol di Kecamatan Maesa yang tercatat memiliki 25 masjid. Disusul Kecamatan Girian dengan 18 masjid dan Madidir dengan 16 masjid. Sementara mushola paling banyak ditemukan di Madidir dan Matuari yang masing-masing memiliki 2 unit.

Dominasi rumah ibadah paling besar justru datang dari gereja Protestan. Tercatat ada 457 gereja Protestan di seluruh Kota Bitung. Kecamatan Matuari menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 109 gereja, disusul Madidir dengan 72 gereja serta Ranowulu dengan 58 gereja. Kehadiran gereja-gereja ini menegaskan identitas Bitung sebagai kota dengan basis umat Kristen yang kuat.

Baca Juga: Bitung Berhasil Pertahankan Imunisasi Tinggi, Sudah Merata?

Selain itu, terdapat 20 gereja Katolik di seluruh kecamatan dengan sebaran tertinggi berada di Ranowulu sebanyak 8 gereja, diikuti Matuari dengan 4 gereja. Kehadiran umat Hindu juga diakomodasi dengan keberadaan satu pura yang tercatat di wilayah kota. Umat Budha memiliki satu vihara, sementara penganut Konghuchu tercatat memiliki dua klenteng, masing-masing berada di Madidir dan Maesa.

Distribusi rumah ibadah ini menunjukkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat. Tidak hanya mencerminkan jumlah penganut agama, tetapi juga menjadi simbol keberagaman yang terjaga dengan baik di Kota Bitung. Kehadiran berbagai rumah ibadah di tengah-tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa harmoni sosial tidak hanya terucap dalam kata, melainkan juga terwujud dalam ruang kehidupan sehari-hari.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Toleransi #mpedia #BPS #bitung