Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Populasi Ternak di Bitung Turun, Tapi Jenis Ini Justru Mendominasi

Pratama Karamoy • Selasa, 14 Oktober 2025 | 08:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kota Bitung yang dikenal sebagai kota pelabuhan dan industri, ternyata juga memiliki sektor peternakan yang cukup berperan dalam menopang ekonomi masyarakat. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung tahun 2024, populasi ternak di wilayah ini menunjukkan dinamika yang menarik. Beberapa jenis ternak mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, sementara ada pula yang tetap stabil bahkan meningkat di beberapa kecamatan.

Photo
Photo

Sepanjang tahun 2024, total populasi ternak di Kota Bitung tercatat 2.565 ekor sapi, 1.254 ekor kambing, 11.705 ekor babi, serta 5 ekor kuda. Angka ini menunjukkan bahwa babi masih menjadi jenis ternak paling dominan di kota ini, jauh meninggalkan populasi sapi dan kambing.

 

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kecamatan Ranowulu mencatat populasi babi tertinggi mencapai 4.070 ekor, diikuti oleh Matuari dengan 2.136 ekor dan Aertembaga sebanyak 1.261 ekor. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah dengan kontur lahan yang relatif luas dan jarak dari pemukiman padat cenderung lebih ideal untuk peternakan babi dalam skala besar.

 

Sementara itu, populasi sapi terbanyak juga ditemukan di Kecamatan Matuari dengan 748 ekor, disusul Ranowulu sebanyak 639 ekor, dan Girian dengan 653 ekor. Ketiga kecamatan tersebut menjadi penopang utama penyediaan daging sapi di Kota Bitung.

 

Untuk jenis ternak kambing, jumlah terbesar berada di Kecamatan Matuari dengan 295 ekor, kemudian Girian dengan 280 ekor, dan Maesa sebanyak 139 ekor. Populasi kambing relatif lebih kecil dibanding sapi dan babi, namun tetap menjadi bagian penting dalam kebutuhan daging dan ekonomi rumah tangga warga.

 

Menariknya, beberapa wilayah seperti Lembeh Utara dan Lembeh Selatan memiliki populasi ternak yang kecil, masing-masing hanya mencatat sekitar 85 hingga 98 ekor kambing serta 2 ekor sapi di Lembeh Selatan. Kondisi geografis kepulauan yang terbatas menjadi salah satu penyebab rendahnya aktivitas peternakan di kawasan ini.

Baca Juga: Petani Bitung Buktikan, Kelapa Masih Jadi Sumber Hidup yang Tak Tergantikan

Jika dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, populasi ternak di Bitung cenderung menurun. Pada tahun 2019 tercatat 3.061 ekor sapi dan 2.303 ekor kambing, sedangkan tahun 2022 jumlahnya sempat mencapai puncak dengan 3.376 sapi dan 2.951 kambing. Namun pada tahun 2024, angka tersebut menurun signifikan menjadi 2.565 sapi dan 1.254 kambing. Penurunan ini diduga karena berkurangnya lahan penggembalaan, meningkatnya alih fungsi lahan, serta perubahan preferensi ekonomi masyarakat.

 

Meski demikian, sektor peternakan di Bitung masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama dengan dukungan pemerintah daerah melalui program ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas ternak lokal. Dengan pengelolaan yang baik dan pemanfaatan lahan yang tepat, Bitung berpeluang mengembalikan kejayaan sektor peternakan yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat di beberapa wilayah.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#data #peternakan #mpedia #BPS #bitung