Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Laut Hingga Pelabuhan, Bitung Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Biru

Pratama Karamoy • Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kota Bitung kembali menjadi sorotan dalam dunia perikanan laut nasional. Sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia timur, kota ini terus mencatat dinamika menarik dalam lima tahun terakhir. Data dari Dinas Perikanan Kota Bitung memperlihatkan bahwa antara tahun 2020 hingga 2024, produksi perikanan laut mengalami naik turun, namun tetap menunjukkan kekuatan ekonomi pesisir yang luar biasa.

Photo
Photo
Photo
Photo

Pada tahun 2020, total produksi ikan laut mencapai 94,18 juta kilogram yang terdiri dari 47,5 juta kilogram dari sektor non pelabuhan dan 46,6 juta kilogram dari sektor pelabuhan. Tahun berikutnya, 2021, angka tersebut meningkat menjadi 95,42 juta kilogram, menandakan awal pemulihan setelah perlambatan ekonomi akibat pandemi.

 

Memasuki 2022, geliat perikanan laut semakin kuat dengan total produksi mencapai 113,55 juta kilogram. Kenaikan ini ditopang oleh aktivitas di sektor pelabuhan yang meningkat signifikan hingga 55,42 juta kilogram, sementara nelayan non pelabuhan juga menunjukkan performa solid dengan 58,13 juta kilogram. Bitung pun semakin kokoh sebagai pusat industri perikanan tangkap di kawasan timur Indonesia.

 

Tahun 2023 menjadi periode puncak dengan produksi total menembus 114,64 juta kilogram, tertinggi selama lima tahun terakhir. Sektor non pelabuhan mencatat 62,5 juta kilogram, sementara pelabuhan menyumbang 52,13 juta kilogram. Kombinasi cuaca yang bersahabat, meningkatnya permintaan ekspor ikan segar, serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap penguatan armada tangkap menjadi faktor utama di balik lonjakan ini.

Baca Juga: Dari Aertembaga hingga Ranowulu, Begini Sebaran Hutan Bitung yang Memukau

Namun, memasuki 2024, tren berubah. Meskipun total produksi masih tinggi di angka 110,22 juta kilogram, sektor non pelabuhan justru mengalami penurunan tajam menjadi 42,48 juta kilogram. Sebaliknya, sektor pelabuhan mencatat lonjakan besar hingga 67,47 juta kilogram, tertinggi sepanjang periode 2020–2024.

 

Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran dominasi produksi dari nelayan tradisional menuju aktivitas industri tangkap di pelabuhan. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh modernisasi sistem tangkap, peningkatan armada besar, serta fasilitas penyimpanan dan distribusi hasil laut yang lebih efisien.

 

Meski begitu, penurunan pada sektor non pelabuhan tetap menjadi catatan penting. Banyak nelayan kecil menghadapi tantangan berupa cuaca ekstrem, naiknya biaya operasional, serta keterbatasan sarana dan akses modal. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat dukungan bagi nelayan tradisional agar keseimbangan antara sektor modern dan tradisional tetap terjaga.

 

Secara keseluruhan, periode lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Kota Bitung bukan hanya mampu mempertahankan posisinya sebagai lumbung ikan, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tantangan tetap ada, namun potensi laut Bitung masih menyimpan harapan besar bagi masa depan ekonomi biru yang berkelanjutan.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#data #mpedia #BPS #Perikanan #bitung