Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Data Ini Tunjukkan Betapa Hebatnya Perkembangan Perikanan Darat Bitung

Pratama Karamoy • Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kota Bitung terus membuktikan diri sebagai salah satu pusat pertumbuhan sektor perikanan di Sulawesi Utara. Dalam satu dekade terakhir, geliat perikanan darat di kota ini tidak hanya terlihat dari meningkatnya volume produksi, tetapi juga dari lonjakan tajam nilai ekonominya. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bitung mencatat, produksi ikan darat yang dulu hanya ratusan kilogram kini telah mencapai jutaan kilogram dengan nilai ratusan juta rupiah.

Photo
Photo

 

Photo
Photo

Pada 2014, sektor perikanan darat Bitung masih dalam tahap awal. Produksi ikan air tawar dari kolam baru mencapai 164 kilogram dengan nilai produksi sekitar Rp4,23 juta. Perlahan, angka ini meningkat menjadi 652,50 kilogram pada 2015 dengan nilai Rp24,61 juta. Setahun kemudian, produksi naik ke 976,10 kilogram dengan nilai Rp24,55 juta, menandai awal pertumbuhan yang lebih stabil.

 

Sepanjang 2017 hingga 2019, produksi berkisar antara 900 hingga 1.000 kilogram dengan nilai yang turut meningkat dari Rp28 juta hingga Rp28,43 juta. Namun puncak kebangkitan nyata mulai terlihat pada 2020 saat produksi mencapai 1.493,94 kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp34,88 juta.

 

Lompatan besar terjadi dua tahun kemudian. Tahun 2022 menjadi tonggak penting ketika produksi ikan darat Bitung mencapai angka fantastis 8.545.758 kilogram atau meningkat ribuan kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Nilai produksinya pun melonjak drastis menjadi Rp230,35 juta. Keberhasilan ini menunjukkan adanya transformasi besar-besaran dalam sistem budidaya, termasuk penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas pembudidaya.

 

Baca Juga: Data BPS Ungkap Kenaikan Produksi Ikan Bitung dari Pelabuhan, Bagaimana dengan Nelayan Tradisional?

 

Pada 2023, meskipun volume produksi menurun menjadi 14.124 kilogram, nilai produksinya tetap tumbuh menjadi Rp353,16 juta. Tren positif itu berlanjut hingga 2024 dengan capaian 11.255 kilogram senilai Rp464,67 juta. Kenaikan tajam nilai ekonomi meski diiringi fluktuasi volume produksi menunjukkan bahwa kualitas dan harga jual ikan air tawar di Bitung semakin kompetitif.

 

Menariknya, seluruh data produksi selama sepuluh tahun terakhir berasal dari kategori kolam air tawar. Tidak ada catatan produksi dari perairan umum, tambak air payau, maupun karamba. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor kolam air tawar menjadi tulang punggung utama perikanan darat Bitung, sekaligus peluang besar untuk pengembangan jenis budidaya lain di masa depan.

 

Pemerintah daerah bersama para pembudidaya ikan disebut telah aktif mendorong peningkatan kapasitas produksi melalui bantuan bibit unggul, pelatihan teknik budidaya, serta fasilitas pemasaran. Upaya ini terbukti mampu memperkuat daya saing sektor perikanan darat sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

 

Kota Bitung kini tidak hanya dikenal karena potensi lautnya, tetapi juga karena keberhasilan mengubah kolam air tawar menjadi sumber ekonomi baru yang menjanjikan. Pertumbuhan luar biasa ini menjadi bukti bahwa kerja keras masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah dapat menciptakan keajaiban di sektor pangan dan perikanan lokal.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#data #mpedia #BPS #Perikanan #bitung