Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bitung Hadapi Tekanan Pasokan Air, PDAM Siapkan Strategi Baru

Pratama Karamoy • Senin, 20 Oktober 2025 | 08:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Produksi air bersih di Kota Bitung sepanjang tahun 2024 menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi PDAM Kota Bitung, total produksi air bersih selama 2024 mencapai 7,41 juta meter kubik, lebih rendah dibanding capaian tahun 2023 yang sebesar 8,31 juta meter kubik. Penurunan ini menandai adanya tantangan baru bagi penyedia layanan air bersih di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat perkotaan dan industri yang terus berkembang di wilayah pesisir utara Sulawesi.

Photo
Photo

Selama tahun berjalan, produksi air tidak menunjukkan pola yang stabil. Bulan Januari menjadi periode dengan produksi tertinggi, mencapai 668.671 meter kubik, sedangkan bulan Juli mencatat angka terendah yakni 556.437 meter kubik. Fluktuasi ini diduga dipengaruhi oleh kondisi cuaca, tingkat curah hujan, serta efisiensi sistem pengolahan air di lapangan.

 

Bulan-bulan lain seperti April (654.156 m³) dan Agustus (645.940 m³) menempati posisi menengah, menunjukkan upaya PDAM untuk menjaga kontinuitas pasokan di tengah dinamika musim. Sementara pada akhir tahun, produksi kembali menurun dengan Desember tercatat hanya 596.613 m³, menandakan adanya tantangan tambahan seperti peningkatan konsumsi di masyarakat tanpa diimbangi kapasitas produksi yang lebih besar.

 

Baca Juga: Data BPS Ungkap Lonjakan Nilai Produksi Ikan Darat di Bitung

 

Jika melihat tren lima tahun terakhir, penurunan di 2024 menjadi sinyal penting. Pada tahun 2020 produksi air bersih Bitung masih berada di angka 8,27 juta m³, kemudian sempat naik di 2022 hingga 8,26 juta m³, namun mulai menurun tajam di 2023 dan terus berlanjut di 2024. Penurunan lebih dari 10 persen ini menunjukkan bahwa PDAM perlu memperkuat strategi efisiensi operasional, memperbaiki jaringan, serta meningkatkan kapasitas pengolahan air baku agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.

 

Menurut keterangan sumber PDAM Kota Bitung, tantangan utama dalam produksi air tahun 2024 adalah ketersediaan air baku di beberapa wilayah serta perawatan instalasi yang harus dilakukan secara berkala. Meskipun demikian, PDAM tetap berkomitmen menjaga kualitas air bersih dan menjamin distribusi kepada lebih dari 21 ribu pelanggan di seluruh kecamatan.

 

Pemerintah daerah pun diharapkan terus memperkuat dukungan terhadap sektor air bersih, terutama dengan memperluas sumber air alternatif dan memperbarui infrastruktur yang mulai menua. Keberlanjutan pasokan air bukan hanya soal kebutuhan dasar masyarakat, melainkan juga penopang utama aktivitas industri dan ekonomi kota yang semakin dinamis.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#Air Bersih #pdam #mpedia #BPS #bitung