MANADOPOST.ID - Kota Bitung terus memperlihatkan dinamika ekonomi yang menarik dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bitung, terlihat adanya fluktuasi signifikan dalam jumlah perusahaan menurut statusnya dari tahun 2020 hingga 2024. Data ini mencerminkan geliat sektor usaha yang terus menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi daerah serta kebijakan investasi yang diterapkan pemerintah kota.
Pada tahun 2020, total terdapat 229 perusahaan yang terdaftar. Angka ini naik cukup signifikan pada 2021 menjadi 429 perusahaan, bahkan melonjak tajam di tahun 2022 dengan 2.590 perusahaan. Namun pada 2023 jumlahnya menurun menjadi 408, dan kembali turun di 2024 menjadi 149 perusahaan.
Salah satu sektor yang mencuri perhatian adalah usaha perorangan, yang sempat mengalami lonjakan besar pada 2022 hingga mencapai 2.443 unit, dibandingkan hanya 28 unit pada tahun 2020. Fenomena ini bisa jadi mencerminkan semangat kewirausahaan warga yang meningkat, terutama di tengah upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. Meski demikian, jumlahnya turun drastis di dua tahun berikutnya, menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan usaha kecil.
Sementara itu, CV atau firma juga memperlihatkan pertumbuhan yang cukup dinamis. Dari 71 unit pada 2020, sempat turun menjadi 37 unit di 2021, namun melonjak menjadi 94 unit di 2023 sebelum sedikit menurun di 2024 dengan 67 unit. Hal ini menandakan sektor usaha berbadan hukum menengah masih memiliki daya tahan dan daya saing cukup baik di tengah perubahan ekonomi lokal.
Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Naiknya Permintaan dan Turunnya Produksi Air Bersih Bitung
Di sisi lain, Perseroan Terbatas (PT) mengalami penurunan yang relatif stabil dalam lima tahun terakhir. Dari 91 unit pada 2020, jumlahnya terus menurun hingga tersisa 38 unit pada 2024. Kondisi ini dapat menggambarkan pergeseran minat investor ke bentuk usaha yang lebih kecil atau fleksibel.
Beberapa jenis usaha lain seperti koperasi dan apotik juga menunjukkan perkembangan menarik. Koperasi yang sempat meningkat hingga 16 unit pada 2022, kemudian berkurang menjadi 5 unit pada 2024. Sementara apotik yang sebelumnya hanya 3 unit pada 2020, kini naik menjadi 7 unit pada 2024, menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan di sektor kesehatan.
Meskipun terjadi fluktuasi, data ini memperlihatkan bahwa sektor usaha di Bitung masih dinamis dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi dan sosial. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus memberikan dukungan terhadap para pelaku usaha, baik melalui kemudahan perizinan, pendampingan usaha, maupun kebijakan insentif investasi yang berkelanjutan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy