MANADOPOST.ID - Kota Bitung terus memperkuat infrastruktur transportasi daratnya melalui peningkatan kualitas permukaan jalan di berbagai wilayah. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bitung yang dimuat dalam publikasi Kota Bitung Dalam Angka 2025, terlihat adanya perubahan signifikan dalam komposisi jenis permukaan jalan antara tahun 2022 hingga 2024.
Perkembangan ini menunjukkan arah pembangunan yang semakin fokus pada perbaikan daya tahan serta efisiensi jalur transportasi, terutama di kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi kota.
Pada tahun 2022, total panjang jalan di bawah kewenangan pemerintah kota tercatat mencapai 535,18 kilometer. Dari jumlah tersebut, permukaan jalan beraspal dan lapen macadam mendominasi dengan 495,71 kilometer, menunjukkan bahwa sebagian besar jaringan jalan sudah beraspal dan mudah dilalui. Selain itu, 30,16 kilometer masih berupa jalan kerikil, sementara 8,3 kilometer lainnya berupa jalan tanah. Hanya 1 kilometer jalan yang telah menggunakan permukaan beton pada tahun itu.
Perubahan besar terjadi pada 2023, di mana panjang jalan beton melonjak menjadi 67,08 kilometer, mencerminkan peningkatan tajam dalam proyek pembangunan dan rehabilitasi jalan berstruktur kuat. Sementara itu, panjang jalan beraspal tercatat 333,06 kilometer, menandakan adanya konversi sebagian ruas jalan beraspal menjadi jalan beton untuk daya tahan yang lebih tinggi.
Baca Juga: Kota Bitung Catat 65 Lokasi Wisata, Ini yang Paling Diminati Pengunjung
Adapun jalan berkerikil berkurang drastis menjadi hanya 2,9 kilometer, begitu juga dengan jalan tanah yang naik menjadi 15,89 kilometer, yang menunjukkan adanya peningkatan pengukuran dan pemetaan jalan baru yang belum tertangani dengan lapisan permanen. Kondisi ini tetap konsisten hingga 2024, menandakan bahwa pemerintah telah berhasil menjaga kestabilan jaringan jalan utama kota dengan kualitas yang memadai.
Kehadiran jalan beton dalam jumlah besar menjadi langkah strategis pemerintah kota untuk menekan biaya pemeliharaan jangka panjang. Jenis permukaan ini dinilai lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, beban kendaraan berat, dan aktivitas industri yang terus meningkat di Bitung. Sementara penggunaan aspal dan lapen macadam tetap menjadi tulang punggung utama bagi jalan perkotaan dan lingkungan perumahan yang padat aktivitas.
Dengan proporsi jalan yang semakin baik, konektivitas antarwilayah di Bitung semakin efisien. Akses menuju Pelabuhan Samudera Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus, hingga jalur ke perbatasan antar-kecamatan kini lebih lancar. Infrastruktur jalan yang kuat bukan hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mempercepat arus logistik dan perdagangan yang menopang ekonomi lokal.
Pemerintah Kota Bitung berkomitmen untuk melanjutkan peningkatan kualitas jalan melalui pemanfaatan bahan permukaan yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Fokus utama tetap pada keseimbangan antara durabilitas, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy