MANADOPOST.ID - Pelabuhan Bitung kembali menegaskan perannya sebagai simpul vital arus logistik laut di kawasan timur Indonesia. Data terbaru tahun 2024 yang dirilis oleh PT (Persero) Pelindo IV Cabang Bitung menunjukkan detail panjang, lebar, kedalaman, serta kondisi fisik berbagai jenis dermaga yang menopang aktivitas bongkar muat di pelabuhan strategis tersebut.
Dalam laporan itu, dermaga-dermaga di Pelabuhan Bitung dikelompokkan dalam empat kategori utama yakni Samudra dan LCT, IKD, Nusantara, dan Lokal. Masing-masing kategori memiliki ukuran, kedalaman, serta tingkat kondisi yang berbeda, mencerminkan variasi fungsi dan kapasitas pelayanan yang dijalankan.
Pada kategori Samudra dan LCT, terdapat empat jenis dermaga. Dermaga LCT memiliki panjang 40 meter, lebar 10 meter, kedalaman 7 meter, dan kondisi fisik mencapai 85 persen. Sementara itu, Dermaga I memiliki panjang 190 meter dan kedalaman 9 meter dengan kondisi yang sama baiknya yaitu 85 persen. Dermaga II sedikit lebih panjang yakni 243 meter dengan kedalaman 10 meter, namun tingkat kondisinya menurun menjadi 75 persen. Adapun Dermaga III sepanjang 175 meter tetap menjaga kedalaman 10 meter dan kondisi 85 persen.
Kategori berikutnya adalah IKD, yang hanya memiliki satu dermaga yaitu Dermaga IV dengan ukuran panjang 146 meter dan lebar 20 meter. Dermaga ini mencatat luas area 2.920 meter persegi dengan kedalaman 7 meter. Menariknya, kondisi dermaga IKD ini berada pada level terbaik, mencapai 90 persen, menandakan pemeliharaan dan operasional yang optimal.
Selanjutnya, di kategori Nusantara, terdapat tiga dermaga utama yakni V, VI, dan VII. Dermaga V memiliki panjang 251 meter dengan kondisi 80 persen, sedangkan Dermaga VI sepanjang 148 meter memiliki tingkat kondisi tertinggi di kelompoknya yaitu 90 persen. Dermaga VII menjadi yang terluas dengan panjang 207 meter dan lebar 20 meter serta luas total 4.140 meter persegi, meski tingkat kondisinya berada di angka 80 persen. Ketiganya memiliki kedalaman seragam, yaitu 6 meter.
Terakhir, kategori Lokal atau Pelra mencatat satu dermaga dengan ukuran lebih kecil yakni panjang 60 meter dan lebar 6 meter. Meski tergolong dermaga lokal, tingkat kondisinya tergolong sangat baik dengan capaian 90 persen. Data ini menunjukkan bahwa fasilitas pelabuhan di tingkat lokal pun mendapat perhatian yang serius dalam hal perawatan.
Secara umum, kondisi dermaga di Pelabuhan Bitung tergolong baik, dengan sebagian besar berada pada kisaran 80 hingga 90 persen kelayakan. Hal ini mencerminkan komitmen pengelola pelabuhan untuk menjaga infrastruktur pelayaran agar tetap layak mendukung kegiatan industri, ekspor-impor, serta distribusi antarwilayah. Dengan variasi kedalaman yang mencapai hingga 10 meter, Pelabuhan Bitung juga siap melayani kapal dengan berbagai ukuran, termasuk kapal besar yang menjadi tulang punggung perdagangan maritim.
Keberadaan dermaga yang luas dan beragam ini memperkuat posisi Bitung sebagai salah satu pelabuhan utama di Indonesia Timur. Peningkatan fasilitas dan pemeliharaan berkelanjutan akan menjadi kunci agar pelabuhan ini terus berdaya saing, terutama dalam menghadapi peningkatan arus logistik nasional dan internasional yang terus tumbuh setiap tahun.(pr)
Editor : Pratama Karamoy