MANADOPOST.ID - Perkembangan media di Kota Bitung selama lima tahun terakhir memperlihatkan perubahan signifikan dalam lanskap informasi dan komunikasi masyarakat. Berdasarkan data dari Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bitung, jumlah media cetak, elektronik, dan media daring mengalami fluktuasi yang mencerminkan pergeseran pola konsumsi informasi di era digital.
Pada tahun 2020, tercatat ada delapan surat kabar yang beroperasi di Bitung. Angka ini sempat meningkat menjadi sembilan pada tahun 2021, sebelum menurun kembali menjadi delapan di tahun berikutnya dan terus menurun hingga hanya tersisa tiga surat kabar pada tahun 2024. Tren ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi media cetak dalam mempertahankan eksistensinya di tengah serbuan platform digital yang semakin mendominasi.
Kategori media daring justru menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Jika pada tahun 2021 jumlah media online dan lainnya tercatat sebanyak 51, maka pada 2023 angkanya melonjak hingga mencapai 60 entitas. Meskipun sedikit menurun menjadi 46 pada tahun 2024, jumlah tersebut tetap menunjukkan bahwa ruang digital kini menjadi pilihan utama dalam penyebaran informasi di Bitung.
Sementara itu, pada kategori media elektronik, dinamika yang terjadi cenderung lebih stabil. Dalam kurun lima tahun, Bitung hanya memiliki satu stasiun televisi yang tercatat beroperasi pada tahun 2022. Jumlah stasiun radio juga relatif kecil, dengan puncak aktivitas pada tahun 2021 dan 2022 sebanyak dua stasiun, sebelum menurun menjadi satu pada 2023 dan 2024. Adapun TV kabel hanya muncul dalam data tahun 2021 dengan satu saluran yang tercatat aktif.
Menariknya, data menunjukkan tidak adanya aktivitas warung internet selama periode 2020–2024. Fakta ini bisa menjadi indikasi bahwa akses internet di Bitung kini lebih didominasi oleh perangkat pribadi, seperti smartphone dan jaringan rumah tangga, yang menggantikan peran warung internet konvensional.
Dari keseluruhan data, terlihat jelas bahwa pergeseran menuju ekosistem digital semakin menguat di Bitung. Media online kini bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi tulang punggung utama dalam penyebaran informasi lokal. Tantangan ke depan terletak pada bagaimana media-media ini mampu menjaga kualitas informasi sekaligus menyesuaikan diri dengan kecepatan perubahan teknologi dan preferensi masyarakat.(pr)
Editor : Pratama Karamoy