MANADOPOST.ID - Di tengah derasnya arus digitalisasi, layanan surat pos di Kota Bitung menunjukkan penurunan yang cukup mencolok dalam tujuh tahun terakhir. Berdasarkan data PT Pos Indonesia Cabang Bitung, jumlah surat yang dikirim dan diterima sejak 2018 hingga 2024 mengalami fluktuasi signifikan yang menggambarkan perubahan perilaku masyarakat dalam berkomunikasi dan bertransaksi.
Pada tahun 2018, total surat yang dikirim dan diterima mencapai 170.833, dengan dominasi surat domestik yang dikirim sebanyak 16.767 dan diterima hingga 153.763. Angka ini masih menunjukkan aktivitas tinggi masyarakat terhadap layanan pos konvensional di masa itu. Namun, setahun kemudian, volume pengiriman menurun tajam. Surat domestik yang dikirim hanya tersisa 5.463, meskipun jumlah surat yang diterima sedikit meningkat menjadi 159.321. Total aktivitas pos pun turun menjadi 165.228.
Memasuki tahun 2020, saat pandemi melanda dunia, aktivitas pos di Bitung turut terdampak. Jumlah surat domestik yang dikirim tercatat 10.251 dengan hanya dua surat ke luar negeri, sedangkan surat yang diterima dari dalam negeri mencapai 141.260. Meski demikian, total keseluruhan menurun ke angka 151.784. Pandemi dan pembatasan aktivitas sosial tampaknya mempercepat peralihan ke media komunikasi digital.
Menariknya, tahun 2021 menunjukkan sedikit pemulihan dengan total surat mencapai 166.489, didorong oleh peningkatan pengiriman domestik menjadi 12.775 dan penerimaan surat hingga 153.260. Namun tren positif ini tidak berlangsung lama. Tahun 2022 mencatat penurunan drastis, terutama pada surat yang diterima dari dalam negeri yang hanya mencapai 75.000, atau turun hampir setengah dari tahun sebelumnya. Total surat pada tahun tersebut anjlok hingga 85.578.
Tahun-tahun berikutnya memperlihatkan pola yang tak jauh berbeda. Meski pada 2023 jumlah surat yang dikirim melonjak hingga 28.968, total aktivitas pos tetap rendah di angka 94.647. Tahun 2024 pun belum menunjukkan pemulihan berarti dengan total 88.943 surat yang tercatat.
Fakta menarik lainnya adalah pergeseran proporsi antara surat yang dikirim dan diterima. Jika sebelumnya penerimaan surat jauh lebih tinggi, dalam beberapa tahun terakhir angka pengiriman mulai mendekati atau bahkan menyalip volume surat yang datang. Ini bisa menjadi indikasi bahwa aktivitas korespondensi resmi atau administratif dari lembaga lokal meningkat, sementara pengiriman dari luar daerah menurun.
Secara keseluruhan, data ini mencerminkan transformasi besar dalam pola komunikasi masyarakat Bitung. Layanan pos yang dulu menjadi tulang punggung komunikasi kini menghadapi tantangan berat akibat dominasi platform digital dan layanan daring yang lebih cepat dan praktis. Meski demikian, layanan pos tetap memiliki peran penting dalam distribusi dokumen resmi, layanan logistik, serta pengiriman surat ke wilayah yang belum sepenuhnya terdigitalisasi.(pr)
Editor : Pratama Karamoy