MANADOPOST.ID - Jumlah koperasi aktif di Kota Bitung menunjukkan fluktuasi menarik selama periode lima tahun terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bitung, total koperasi aktif pada 2020 tercatat sebanyak 296 unit. Angka ini sempat naik hingga mencapai 316 pada 2022, sebelum anjlok tajam menjadi hanya 149 pada 2023, lalu kembali melonjak ke posisi 318 pada 2024. Pergerakan ini menjadi cerminan dinamika aktivitas ekonomi berbasis komunitas di Bitung.
Secara rinci, Kecamatan Girian mencatat lonjakan paling signifikan. Dari 48 koperasi aktif pada 2020, jumlahnya meningkat pesat menjadi 69 koperasi pada 2024. Hal ini menandai peran penting wilayah tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi mikro di Bitung. Di sisi lain, Madidir juga menunjukkan ketahanan dengan angka yang relatif stabil, dimulai dari 53 koperasi pada 2020 dan kembali pada jumlah yang hampir sama di 2024 dengan 51 koperasi.
Sementara itu, Maesa dan Aertembaga juga memberikan kontribusi besar. Aertembaga, misalnya, mengalami peningkatan cukup signifikan dari 52 koperasi pada 2020 menjadi 64 pada 2024. Maesa, meskipun sempat mencapai 54 koperasi pada 2021, menutup tahun 2024 dengan 39 koperasi aktif. Di wilayah Ranowulu dan dua kecamatan Lembeh, angka pertumbuhannya lebih kecil, namun tetap menunjukkan aktivitas ekonomi yang hidup di tingkat lokal.
Penurunan tajam pada 2023, di mana jumlah koperasi aktif turun drastis menjadi hanya 149 unit, menjadi catatan tersendiri. Kemungkinan, situasi ini berkaitan dengan dampak administrasi, penyesuaian regulasi, atau dampak ekonomi pascapandemi yang memengaruhi kinerja lembaga koperasi. Namun kebangkitan di tahun 2024 dengan total 318 koperasi aktif membuktikan adanya pemulihan dan semangat baru di sektor ini.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa koperasi di Kota Bitung masih menjadi salah satu pilar penting dalam menopang ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kesadaran warga untuk kembali memperkuat sistem ekonomi berbasis kebersamaan, koperasi tampak siap untuk melangkah lebih maju.(pr)
Editor : Pratama Karamoy