MANADOPOST.ID - Selama satu dekade terakhir, sektor koperasi non KUD di Kota Bitung mengalami pasang surut yang menarik untuk dicermati. Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bitung dalam publikasi Kota Bitung Dalam Angka 2025, jumlah koperasi non KUD di tahun 2024 tercatat sebanyak 318 unit dengan 13.951 anggota penuh. Angka ini menandai konsistensi keberadaan koperasi di tengah tantangan perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi di tingkat lokal maupun nasional.
Tren data menunjukkan bahwa periode 2014 hingga 2016 merupakan masa puncak jumlah koperasi non KUD di Bitung. Tahun 2016 mencatat 543 unit koperasi non KUD dengan 31.453 anggota penuh, menjadi jumlah tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Namun setelah itu, grafik menunjukkan penurunan signifikan, terutama pada tahun 2017 yang hanya mencatat 436 koperasi.
Faktor perubahan regulasi, adaptasi sistem manajemen, dan penyaringan koperasi tidak aktif diyakini menjadi penyebab utama penyusutan jumlah tersebut. Meski demikian, data juga memperlihatkan bahwa koperasi yang bertahan tetap memiliki basis anggota yang loyal dan aktif berpartisipasi.
Periode 2019 hingga 2024 menampilkan kondisi yang relatif stabil dengan jumlah koperasi berkisar antara 300 hingga 323 unit. Meskipun tidak sebesar satu dekade lalu, keberadaan ratusan koperasi non KUD ini menunjukkan bahwa semangat ekonomi gotong royong masih terjaga kuat di masyarakat Bitung.
Baca Juga: Paket Pos di Bitung Melonjak Drastis Dalam Setahun, Ini Faktanya
Yang menarik, jumlah anggota penuh pada tahun 2024 berada di kisaran 13.951 orang, sedikit menurun dibanding 2023 yang mencapai 19.262 anggota. Kondisi ini mencerminkan proses konsolidasi di tubuh koperasi, di mana sebagian lembaga berfokus memperkuat struktur keanggotaan daripada menambah jumlah anggota baru.
Koperasi non KUD mencakup berbagai jenis koperasi di luar koperasi unit desa, seperti koperasi pegawai, koperasi karyawan, koperasi serba usaha, dan koperasi konsumen. Dengan demikian, data ini tidak hanya mencerminkan dinamika organisasi ekonomi, tetapi juga gambaran tentang perubahan perilaku masyarakat dalam berpartisipasi dalam gerakan koperasi modern.
Dari sisi historis, tahun 2017 dan 2018 menjadi periode penting dalam pembenahan data koperasi di Kota Bitung. Pada tahun 2017, tercatat 515 anggota calon dan 210 anggota dilayani, disusul peningkatan jumlah calon anggota menjadi 645 orang pada 2018. Ini menandakan adanya proses regenerasi dan pembinaan calon anggota yang cukup aktif pada masa itu.
Kini, memasuki 2024, meski jumlah koperasi non KUD tak sebanyak masa kejayaan 2016, keberadaannya tetap strategis dalam menopang ekonomi rakyat. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat pendampingan dan digitalisasi koperasi agar mampu menjawab tantangan zaman serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Konsistensi 318 koperasi yang masih aktif hingga 2024 membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi masyarakat Bitung tidak surut. Justru, koperasi-koperasi inilah yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy