Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Stabil Tapi Dinamis, Begini Potret Harga Sembako Bitung

Pratama Karamoy • Rabu, 12 November 2025 - 09:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Kota Bitung menutup tahun 2024 dengan dinamika harga bahan pokok yang menarik. Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan Kota Bitung, sebagian besar komoditas mengalami fluktuasi wajar di tengah upaya menjaga kestabilan ekonomi dan pasokan pangan. Dari beras hingga ikan segar, pasar tradisional Bitung memperlihatkan keseimbangan antara harga yang stabil dan pergerakan harga yang dipicu oleh musim, pasokan, serta permintaan masyarakat.

Photo
Photo
Photo
Photo

Beras Tetap Jadi Pilar Stabilitas Harga

Beras sebagai bahan pangan utama menunjukkan kestabilan yang patut diapresiasi. Sepanjang empat triwulan, harga beras premium bertahan di Rp14.500 per kilogram, sementara beras medium konsisten di Rp14.000. Kondisi ini menandakan suplai yang terjaga dan efektifnya distribusi beras di tingkat lokal. Di tengah fluktuasi harga pangan lain, kestabilan beras menjadi penopang daya beli masyarakat.

 

Cabe dan Tomat Paling Fluktuatif

Komoditas hortikultura seperti cabe dan tomat justru menunjukkan pergerakan paling dinamis. Cabe merah bertahan di Rp50.000 pada awal tahun lalu melonjak menjadi Rp55.000 di paruh kedua. Cabe keriting sempat stabil di Rp40.000 namun turun menjadi Rp35.000 di akhir tahun. Lonjakan harga ini diperkirakan terjadi karena perubahan cuaca yang memengaruhi hasil panen dan distribusi.

 

Tomat menjadi bintang perubahan harga paling ekstrem. Dari Rp10.000 per kilogram di triwulan pertama, harganya naik tajam menjadi Rp25.000 pada triwulan ketiga, sebelum anjlok drastis menjadi Rp8.000 di triwulan keempat. Pola ini mencerminkan pasokan melimpah menjelang akhir tahun yang menekan harga di pasar tradisional.

 

Baca Juga: Nasabah Kredit Naik, Tapi Simpanan Turun: Fakta Wajah Perbankan Bitung

 

Bumbu Dapur Bergerak Naik di Akhir Tahun

Bawang merah dan bawang putih mengalami fluktuasi moderat. Harga bawang merah sempat turun ke Rp40.000 di pertengahan tahun lalu naik lagi ke Rp50.000 di triwulan terakhir. Pola serupa terjadi pada bawang putih yang bertahan di Rp40.000 sepanjang tiga triwulan sebelum ikut naik ke Rp50.000. Tren ini menandakan adanya pengaruh dari arus pasokan antar daerah dan kebijakan impor yang berperan menjaga ketersediaan.

 

Gula pasir dan gula semut tergolong stabil. Gula pasir hanya naik sedikit dari Rp17.000 ke Rp18.000 per kilogram, sedangkan gula semut tetap bertahan di Rp35.000 sepanjang tahun.

 

Minyak Goreng dan Tepung Relatif Aman

Minyak goreng curah menunjukkan tren kenaikan bertahap dari Rp15.000 di awal tahun menjadi Rp18.500 di akhir tahun, sedangkan minyak goreng kemasan dua liter (Filma) tetap di Rp48.000. Kondisi ini menggambarkan kestabilan pasar di tengah fluktuasi harga minyak sawit global.

 

Tepung terigu merek Kompas dan Gatot Kaca pun stabil di Rp14.000 dan Rp13.000 per kilogram, menjadi kabar baik bagi pelaku usaha kuliner kecil dan rumah tangga.

 

Daging Sapi Stabil, Ayam Kampung Naik Menjelang Akhir Tahun

Untuk komoditas protein hewani, daging sapi menjadi simbol stabilitas harga dengan kisaran Rp140.000 per kilogram sepanjang tahun. Daging babi justru mengalami penurunan dari Rp150.000 menjadi Rp130.000 pada dua triwulan terakhir, diperkirakan akibat meningkatnya pasokan lokal.

 

Sementara itu, harga daging ayam menunjukkan variasi. Ayam ras relatif stabil di Rp55.000 per kilogram, sempat turun ke Rp50.000 pada triwulan ketiga sebelum kembali naik. Ayam kampung mengalami kenaikan signifikan dari Rp85.000 menjadi Rp90.000 di akhir tahun, dipicu permintaan tinggi menjelang hari besar keagamaan.

 

Telur dan Ikan Segar Ikut Bergerak

Harga telur ayam ras sedikit meningkat dari Rp2.000 menjadi Rp2.200 per butir, sedangkan telur ayam kampung melonjak lebih tajam dari Rp5.000 menjadi Rp7.500 per butir. Kenaikan ini menggambarkan dampak kenaikan biaya pakan serta distribusi.

 

Dari sektor perikanan, Bitung sebagai kota pelabuhan menunjukkan stabilitas yang kuat. Ikan bandeng tetap di Rp50.000 per kilogram sepanjang tahun, ikan kembung naik tipis ke Rp30.000, sedangkan tongkol dan tuna sedikit turun dari Rp65.000 ke Rp60.000. Di sisi lain, ikan mujair justru mengalami kenaikan dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 di akhir tahun, menandakan peningkatan permintaan terhadap ikan air tawar.

 

Keseimbangan Pasar Tetap Terjaga

Secara keseluruhan, fluktuasi harga bahan pokok di Pasar Bitung tahun 2024 masih dalam batas wajar. Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabe, ayam kampung, dan telur, kestabilan beras, gula, minyak, dan daging sapi menjadi penyeimbang yang menjaga daya beli masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan koordinasi yang baik antara pemerintah, pedagang, dan petani dalam menjaga pasokan pangan di wilayah Bitung.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#pasar #mpedia #BPS #bitung