MANADOPOST.ID - Aktivitas maritim di Kota Bitung kembali menunjukkan geliat yang kuat sepanjang tahun 2024. Sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di kawasan timur Indonesia, Bitung menegaskan posisinya sebagai pusat logistik strategis setelah jumlah kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat tercatat mencapai angka signifikan. Data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Kota Bitung menunjukkan tingginya mobilitas kapal dari berbagai jenis layanan, mulai dari pelayaran rakyat hingga pelayaran luar negeri.
Dominasi terbesar datang dari kapal kargo umum dan kapal pengangkut BBM dan gas yang mendominasi aktivitas bongkar muat di pelabuhan. Sepanjang 2024, kelompok ini mencatat 1.533 kunjungan kapal. Volume yang besar ini menegaskan Pelabuhan Bitung sebagai simpul utama distribusi logistik dan energi, terutama untuk kawasan Sulawesi dan wilayah timur Indonesia. Kunjungan kapal dalam jumlah besar juga menggambarkan meningkatnya permintaan terhadap bahan bakar dan barang kebutuhan pokok di berbagai daerah.
Kelompok pelayaran rakyat berada di posisi kedua dengan 513 kapal yang melakukan kegiatan bongkar muat. Angka ini menunjukkan peran besar pelayaran tradisional yang masih diandalkan masyarakat kepulauan sebagai jalur transportasi barang antarwilayah. Pelayaran rakyat tetap menjadi tulang punggung bagi mobilitas logistik skala kecil dan perdagangan antar pulau sekitar Bitung.
Di posisi berikutnya terdapat pelayaran nasional atau angkutan kapal perintis dengan catatan 374 kapal. Kelompok ini berperan penting dalam memastikan distribusi logistik merata hingga ke wilayah-wilayah terluar yang tidak terjangkau oleh kapal besar. Disusul oleh pelayaran nasional kapal non perintis sebanyak 364 kapal yang memperlihatkan permintaan stabil untuk rute reguler antardaerah.
Baca Juga: Data BPS : Pengeluaran Warga Bitung Naik Drastis, Ini Rinciannya
Aktivitas bongkar muat pada kapal peti kemas juga tercatat cukup signifikan. Kapal peti kemas reguler mencatatkan 311 kunjungan, sementara program Tol Laut atau kapal peti kemas perintis mencatat 29 kunjungan. Kehadiran Tol Laut terus menjadi penggerak pemerataan distribusi barang terutama untuk komoditas kebutuhan pokok yang harus dijangkau hingga wilayah terpencil dengan harga terjangkau.
Pelayaran luar negeri juga turut memperlihatkan kontribusi dengan 169 kapal. Aktivitas ini menunjukkan hubungan perdagangan Bitung dengan pasar internasional tetap berjalan dinamis dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada sektor ekspor perikanan dan komoditas industri.
Secara keseluruhan, tingginya aktivitas bongkar muat kapal selama 2024 menjadi indikator positif bagi dunia usaha dan perekonomian Kota Bitung. Pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang logistik, tetapi juga sebagai penopang utama industri, perdagangan, dan distribusi barang di kawasan timur Indonesia. Dengan berbagai proyek infrastruktur yang terus dikembangkan, Pelabuhan Bitung berpotensi semakin memperkuat posisinya sebagai hub maritim nasional di masa mendatang.(pr)
Editor : Pratama Karamoy